Berita

Marciano Norman

Wawancara

WAWANCARA

Marciano Norman: Kami Terus Memetakan Jaringan Terorisme

KAMIS, 16 JANUARI 2014 | 09:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Badan Intelijen Negara (BIN) terus melacak  dan memetakan jaringan teroris, sehingga memudahkan kepolisian  melakukan penangkapan.

“Kami terus menerus melakukan pengumpulan informasi dan pemetaan mengenai jaringan terorisme,” kata Kepala BIN Marciano Norman kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurut Marciano, BIN bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polri, akan terus melakukan upaya maksimal untuk memberantas terorisme.


“Upaya maksimal kami adalah menekan habis keberadaan terorisme di Indonesia,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa terorisme sulit sekali dihilangkan?

Harus diketahui aksi terorisme itu sampai kapan pun tidak akan pernah berhenti.

Lho kenapa begitu?

Ya memang begitu. Apalagi selama akar permasalahannya tidak betul-betul dapat diselesaikan dengan baik.

Akar masalahnya apa?
Biasanya urusan yang tidak terselesaikan selalu dijadikan alasan untuk melakukan aksi teror itu.

Sejauh mana pantuan BIN terhadap jaringan teroris?
Pemantauan kami terhadap jaringan terorisme sudah pasti  dilakukan secara terus menerus. Untuk melakukan itu, BIN  melakukan kerja sama intensif dengan pihak terkait.

Dengan siapa saja?
Kami bekerja sama dengan BNPT, Polri  dan lainnya untuk menekan penyebaran secara luas, membatasi dan mengawasi pergerakan teroris.

Dari pantauan BIN, apa saja yang dihasilkan?
Mereka yang menjadi teroris adalah kelompok-kelompok radikal. Mereka memaksakan kehendaknya lewat berbagai cara, termasuk dengan cara teror.

Mereka melihat dan mengamati setiap peluang. Termasuk melakuakn aksi kekerasan. Mereka pasti gunakan kesempatan yang ada untuk menyebarkan rasa ketakutan di masyarakat.

Apa yang dilakukan BIN untuk menanggulangi aksi mereka?
Kami kan cukup cepat dan cermat dalam melakukan pemetaan. Informasi ini tentu akan kami berikan kepada BNPT dan Polri, karena masalah terorisme, penyebaran dan pergerakannya harus kita tanggulangi bersama-sama.

Apa koordinasi dan kerja sama dengan pihak lain itu intensif dilakukan?
Ya. Ini dilakukan agar Indonesia jangan jadi lahan subur untuk teroris. Makanya kami kerja sama untuk menekan habis jaringan terorisme.

Oh ya, Rabu (15/1) ada rapat koordinasi dengan Kejagung. Apa yang dibahas?
Rapat Koordinasi yang dilakukan di Kejagung itu adalah langkah yang sangat positif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Artinya, pemerintah memiliki komitmen yang sangat kuat dalam menjalankan roda pemerintahan tanpa korupsi, tentu BIN mendukungnya secara penuh.

Apa bentuk dukungan BIN?
Setiap menerima informasi mengenai tindakan yang mengarah kepada pidana korupsi, kami segera berikan informasi kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Yakin dengan koordinasi ini korupsi dapat ditekan?
Yakin sekali. Kita semua harus berpikir positif bahwa Indonesia ke depan akan lebih baik, bebas dari praktik korupsi. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya