Berita

ilustrasi

Aktual

Kereta Bandara Jangan Melayang Di Awang-awang

RABU, 15 JANUARI 2014 | 09:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rencana pemerintah membangun Kereta Bandara Ekspres dengan rute Halim Perdanakusuma menuju Soekarno-Hatta (Soetta), mendapat dukungan penuh pengguna jejaring sosial twitter.

Pemilik account twitter Alfa @alfayosa optimistis, pemerintah akan segera merealisasikan pembangunan Kereta Bandara Ekspres dari Bandara Halim ke Soetta. “Keren, asli ditunggu,” kicaunya.

Tweeps Andi Baskoro @Dibazz mengharapkan, dengan dibangunnya rute kereta ekspres, perjalanan masyarakat dari tempat tinggal ke bandara akan lebih cepat dan lancar.


“Nanti nggak bakal macet-macetan lagi,” harapnya.

Tweeps Ernest @ernest menyarankan, pemerintah membangun rute kereta ekspres yang terintegrasi langsung dengan Commuter Line dan bus Transjakarta.

“Kalau terintegrasi lebih bagus, akan memudahkan para pengguna angkutan publik,” ujarnya.

Account Wira Widiatama @wira_leonheart mengacungi jempol pemerintahan SBY jika mampu menyelesaikan proyek tersebut. Kata dia, angkutan umum menuju bandara harus di Indonesia, tidak boleh tertinggal dengan negara maju.

“Bangun mirip Airport Ekspres di Hong Kong jalur melayang dan bawah tanah,” kicaunya.

Pembaca berita media online beridentitas Ron @ebar77 berharap, janji pemerintah merealisasikan Kereta Bandara Ekspres dengan jalur melayang dan bawah tanah tidak hanya sekadar pepesan kosong.

“Semoga tidak melayang di angan-angan dan proyek tidak di bawah tanah alias batal. Soalnya itu dikubur dalam-dalam.”

Pembaca beridentitas @detikfans100 berkelakar, “Semoga tidak melayang di awang-awang dan terkubur di bawah tanah,” kelakarnya.

Sebaliknya, pengunjung bernama @Mr Nyinyir pesimistis pemerintah merealisasikan proyek tersebut. Soalnya, pembangunan MRT dan Monorail saja hingga kini belum jelas hasilnya. “Nggak ada capeknya ya pemerintah umbar janji-janji manis. Kelarin dulu aja proyek yang bener-bener vital. Monorail dan MRT,” tulisnya.

Direktur Lalulintas dan Angkutan Kereta Spi Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan, pemerintah menargetkan untuk melakukan tahap pelelangan/tender pra kualifikasi pembangunan Kereta Bandara Ekspres pada triwulan I atau sekitar bulan April 2014.

“Kami saat ini sedang bersiap-siap melakukan pengadaan jasa konsultan untuk melakukan pelelangan prakualifikasi,” kata Hanggoro.

Menurutnya, feasibility study (studi kelayakan) telah diselesaikan pada Desember 2013 yang menghasilkan penentuan jalur kereta Ekspres Line, yaitu dari Halim menuju Soetta. Ia mengungkapkan, rencana awal memang dari Stasiun Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta. Namun, kajian yang dilakukan menunjukkan adanya potensi permintaan dari arah timur ibukota.

“Maka itu kita lakukan perpanjangan rute hingga Halim, yaitu tepatnya di sisi utara tol Cikampek atau sekitar 1 km dari Bandara Halim,” ucapnya.

Dengan demikian, lanjut Hanggoro, rute Kereta Bandara Ekspres yang dibangun dengan skema kerja sama pemerintah-swasta itu akan dimulai dari Halim. Secara lengkap, rute yang diperkirakan bakal dibangun adalah dari Halim, Cawang, Manggarai, Tanah Abang, Sudirman, Pluit, sampai ke Terminal 2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta.

“Rute (Kereta Bandara Ekspres) ini sudah disetujui oleh Menteri Perhubungan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Nomor 1264 tahun 2013 pada bulan Desember 2013,” katanya.

Dia menyebutkan, dengan disetujuinya rute tersebut, maka proses selanjutnya adalah penyelesaian Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Kemudian, ujar dia, langkah selanjutnya diteruskan dengan proses pembangunan tanah/lahan.

Hanggoro menjelaskan, jalur Kereta Bandara Ekspres akan dibangun sebagian di bawah tanah (underground), sebagian lagi dengan jalur melayang (elevated).

“Mulai dari Halim akan underground, lewat MT Haryono lalu mulai elevated di Cawang sampai Sheraton. Lalu underground lagi sampai terminal 3 dan 2 Bandara Soekarno Hatta,” ungkapnya.

Dia mengutarakan harapannya agar bila pembangunan kereta ekspres itu telah selesai, akan mengurangi waktu jarak tempuh Halim-Soetta sepanjang 33 kilometer dari sekitar 1-3 jam menjadi sekitar 30 menit. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya