Berita

RUSDI KIRANA/NET

Politik

Keluarga Gus Dur Minta Rusdi Kirana Klarifikasi Pengakuannya Sebagai Gusdurian

SELASA, 14 JANUARI 2014 | 13:28 WIB | LAPORAN:

Langkah CEO Lion Air, Rusdi Kirana bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapat kritikan tajam langsung dari pihak keluarga almarhum KH Abdurrahman Wahid. Terlebih dalam pernyataannya, Wakil Ketua Umum PKB itu mengaku sebagai Gusdurian.

Pria Sambadha memastikan, tidak ada seorang pun anggota inti keluarga Gus Dur yang merasa mengenal sosok Rusdi.

"Selama ini kami juga tidak pernah melihat Rusdi baik pada acara-acara yang diselenggarakan oleh keluarga Gusdur, maupun pada acara-acara oleh Gudurian lainnya," beber Pria selaku Jurubicara keluarga Gus Dur melalui keterangan tertulisnya kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 14/1).


Demikian juga pada acara pertemuan diskusi Gusdurian yang rutin digelar, sosok Rusdi tidak pernah terlihat.

"Kami sangat menyayangkan Rusdi Kirana yang membawa-bawa nama Gusdur dalam kesepakatannya dengan PKB," ungkapnya.

Menurut Pria, semua orang tahu ketika Gus Dur masih hidup, Muhaimin dengan semena-mena telah memecat presiden RI keempat tersebut yang notabene pamannya sendiri sebagai Ketua Dewan Syuro PKB dan menggantinya dengan KH Azis Mansur dari Pondok Pesantren Pacul Gowang Jombang.

"Sejak itu, Gus Dur secara resmi tertulis telah melarang segala sesuatu yang berhubungan dengan diri beliau, termasuk fotonya, dipergunakan untuk keperluan politik PKB," ulas Pria.

Dan hingga saat ini, lanjut Pria, larangan tersebut masih berlaku karena belum pernah dicabut. Keluarga Gus Dur mempersilakan jika Rusdi ingin bergabung dengan parpol manapun termasuk PKB karena itu hak yang bersangkutan.

"Tetapi kami minta Rusdi tidak perlu memakai kedok sebagai Gusdurian sebagai justifikasi manuver politiknya serta upaya menarik simpati masyarakat," ujarnya lagi.

Pria pun mengimbau kepada Rusdi agar segera mengklarifikasi dan mengkoreksi ucapan-ucapannya karena pihaknya khawatir pengakuan dia itu bisa menyinggung perasaan jutaan pecinta Gusdur di tanah air. Menurut Pria, pengakuan Rusdi yang bergabung dengan PKB Muhaimin karena merasa berhutang budi dengan Gus Dur secara nalar tidak logis, manipulatif dan menyesatkan masyarakat.

"Kami juga berharap, mungkin sebagai pendatang baru di dunia politik, alangkah baiknya jika Rusdi Kirana bisa berpolitik dengan baik, fair dan santun," kata Pria yang juga ketua DPP Gerakan Kebangkitan Rakyat (Gatara).
 
Dengan begitu, Rusdi dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan tidak menyakiti perasaan pihak manapun.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya