Berita

Hukum

KPK: Tidak Ada yang Istimewa dari Anas

KAMIS, 09 JANUARI 2014 | 22:34 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka besok (Jumat, 10/1). Akankah Anas jadi korban "Jumat Keramat" KPK, ditahan usai menjalani pemeriksaan?

Jurubicara KPK Johan Budi tak bisa memastikan. Namun dia menyatakan tidak ada persiapan khusus jelang pemeriksaan Anas besok.

"Tidak ada yang istimewa dari Anas. Pemanggilan Anas sebagai tersangka sama dengan pemanggilan yang dilakukan KPK terhadap tersangka lainnya," ujar Johan saat live by phone di salah satu stasiun televisi swasta nasional beberapa saat tadi (Kamis, 9/1).


Berdasarkan keterangan Johan, KPK tak menggubris permintaan Anas agar menjelaskan proyek-proyek lain sebagai alasan pemanggilan. Menurut Johan, redaksional pemanggilan besok masih sama seperti pemanggilan sebelumnya, bahwa Anas akan dimintai keterangan sebagai tersangka gratifikasi proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya.

"Pada panggilan yang lalu, sampai pukul 17.00 tidak ada konfirmasi sehingga kita simpulkan yang bersangkutan mangkir. Kita lihat apakah panggilan besok diindakan atau tidak," papar Johan.

Apakah akan memanggil paksa Anas? Johan mengingatkan bahwa KPK memiliki kewenangan menjemput paksa Anas jika besok kembali mangkir. Namun langkah tersebut ditempuh tetap saja bukan karena Anas istimewa.  

"Kalau tidak diindahkan tentu ada proses hukum yang ditempuh KPK. Semua tersangka yang kita panggil tidak mengindahkan sama, KPK bisa melakukan jemput paksa," demikian Johan.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya