Berita

Apa Arti Tahun Politik

KAMIS, 02 JANUARI 2014 | 10:44 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

PERAYAAN pergantian tahun kemarin malam katanya penuh dengan ironi. Tahun 2014 yang oleh para elit negeri ini diakui sebagai Tahun Politik sebenarnya tidak memberikan harapan kepada rakyat, efektivitas pemerintahan sepanjang 2014 bisa dikatakan tidak akan berjalan secara efektif karena di Tahun Politik eksekutif dan para elit umumnya jadi Pemain Politik untuk berebut kemenangan dalam Pileg dan Pilpres.

Makanya katanya banyak juga masyarakat yang kurang antusias merayakan, terutama kalangan masyarakat bawah. Kalaupun ada keramaian dimana-mana itu katanya sekedar mengisi rutinitas tahunan.

Petasan dan kembang api dibunyikan bukan tanda kemenangan atau tanda sukses tapi sekedar keisengan buat mengusir kejenuhan dari banyaknya kekalahan yang dialami mayoritas rakyat negeri ini pada umumnya.


Perayaan pergantian tahun kemarin malam katanya juga sangat kontras. Banyak elit yang merayakannya di tempat-tempat eksklusif atau berwisata rohani dengan anggaran yang belum jelas dari mana sumbernya. Ini perlu dipertanyakan sebab elit Indonesia umumnya menganggap uang negara adalah uang pribadi, lantaran mindset feodal yang sudah merata.

Tahun 2013 juga meninggalkan banyak catatan buruk mengenai penegakan hukum serta banyak kasus yang dibiarkan menggantung, belum nampak titik terang tahun ini kasus-kasus tersebut akan dituntaskan, yang dirasakan adalah adanya kecederungan dijadikan alat bargaining dalam permainan politik saling sandera berkaitan dengan Tahun Politik.

Memasuki tahun 2014 para elit umumnya belum mempunyai catatan prestasi yang membanggakan, terutama prestasi di bidang hukum. Kasus-kasus korupsi masih  terjadi secara masif, praktek nepotisme dan kolusi cenderung dilupakan dan kini sudah dianggap sebagai hal yang lumrah.

Kerusuhan di Lapas masih kerap terjadi, narkoba merajalela seakan pemberantasannya lebih sulit dari memberantas terorisme, konflik horisontal bernuansa SARA masih jadi ancaman, singkatnya pemerintah belum membela dan belum benar-benar melindungi rakyat.

Dalam khazanah ilmu ketatanegaraan tidak dikenal istilah Tahun Politik, istilah tersebut  didengung-dengungkan oleh para elit dengan tendensi untuk membodohi rakyat. Rakyat seakan dipaksa untuk memaklumi bahwa tahun ini para elit dan partai-partai akan sibuk mengurusi politik praktis untuk berebut kursi kekuasaan,  karena itu kepentingan rakyat mereka kesampingkan. [***]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya