Berita

net

Politik

Hajriyanto: Gusti Joyokusumo Ningrat yang Merakyat

RABU, 01 JANUARI 2014 | 19:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo, adik Sri Sultan Hamengkubowono X.

"Selamat jalan Mas Gusti Joyo. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima seluruh amal ibadah, dan menerima arwah serta menempatkannya di surga jannatuna'iem," kata Hajriyanto dalam keterangan elektroniknya (Rabu, 1/1).

Gusti Joyokusumo wafat di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan kemarin pukul 16.58 WIB. Almarhum dirawat di Ruang ICU RS Medistra Jakarta sejak Jumat (27/12) karena menderita komplikasi diabetes, ginjal, dan jantung.


Hajriyanto menyebut Joyokusumo adalah seorang ningrat yang merakyat dan hidup sederhana.

"Mungkin Mas Joyokusumo lebih tepat disebut sebagai ningrat tetapi tidak sembarang ningrat. Beliau ningrat yang sangat merakyat, sangat populis, dan hidupnya sederhana sekali. Mas Joyo untuk ukuran keluarga kerajaan besar terhitung sangat bersahaja," ujarnya.

Meski "ningrat yang melarat" secara ekonomi keuangan, kata Hajriyanto, tetapi Joyokusumo kaya raya secara moral, etika, dan spiritual. Beliau sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan kebudayaan, keagamaan dan keislaman di Keraton Ngayogyakarta Adiningrat.

"Sebagai "Sekneg" Kesultanan atau Kerajaan, Gusti Joyo penuh antusiasme menghidupkan semangat kerohanian Islam dalam keraton Ngayogyakarta sampai akhir hayatnya," ujar dia.

Meski anak raja atau sultan, Joyokusumo sangatlah merakyat. Sebagai bangsawan dalam arti yang sebenarnya beliau tidak pernah menonjolkan dirinya sebagai putra raja.

"Beliau jarang sekali menyantumkan gelarnya GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) dalam penulisan nama dan juga dalam kehidupan (administrasi) sehari-hari. Maka salah besar kalau ada orang yang beranggapan bahwa semua keluarga raja itu feodal. Mas Joyokusumo adalah pengecualian. Beliau sangat jauh dari sikap-sikap feodalisme," paparnya.[dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya