Berita

Salahuddin Wahid

Wawancara

WAWANCARA

Salahuddin Wahid: Wasiat Gus Dur Melarang Fotonya Digunakan PKB

SELASA, 31 DESEMBER 2013 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Salahuddin Wahid, menyerukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta maaf kepada keluarga atas pemasangan atribut dan baliho bergambar Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Karena menurutnya,  secara etika, partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut bersalah.

Keluarga almarhum Gus Dur keberatan gambar Presiden RI ke empat tersebut digunakan di dalam atribut calon anggota legislatif dan partai politik tanpa izin. Namun, di sejumlah tempat, keluarga Gus Dur mendapati caleg PKB menggunakannya.

Hal tersebut membuat geram keluarga. Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid mengultimatum kepada caleg dan parpol yang memasang foto Gus Dur untuk segera menurunkannya.  Dia mengancam akan menempuh jalur hukum bila peringatannya tidak digubris.


“Kami akan melakukan somasi kepada partai politik yang menggunakan foto Gus Dur, atau apapun yang berbau Gus Dur,” ujar Sinta di Surabaya, Kamis (26/12).

Selain keluarga, para penggagum Gus Dur juga keberatan. Kabarnya, mereka mengancam melakukan sweeping, mencopot paksa atribut caleg dan parpol yang mendompleng kebesaran idolanya.

Gus Sholah-panggilan akrab Salahuddin berharap, masalah PKB dan keluarga Gus Dur dapat diselesaikan dengan baik. Dia meminta, PKB meminta maaf.

Berikut ini kutipan hasil wawancara Rakyat Merdeka, dengan Gus Sholah selengkapnya, kemarin.

Bagaimana Anda melihat fenomena sejumlah caleg PKB menggunakan atribut berbau Gus Dur untuk sosialisasi pencalegan?
Gus Dur memang tokoh bangsa. Namun, masalahnya ada pesan dari almarhum yang harus kita hormati. Ada wasiat yang menyatakan fotonya  tidak boleh digunakan PKB-nya Muhaimin.

Jadi para caleg PKB yang menggunakan atribut Gus Dur salah?
Secara etika, PKB salah. Karena sekarang masalah ini sudah menjadi polemik. Saya berharap bisa diselesaikan dengan baik, tidak baik kalau ada konflik terus. Sebaiknya kedua pihak bertemu, duduk bareng mencari jalan yang baik untuk menyelesaikannya.

Saya sarankan pihak PKB yang berinisiatif  mengundang keluarga Gus Dur untuk bertemu. PKB harus minta maaf. Nanti dipertemuan PKB bisa mengajukan izin terkait penggunaaan foto Gus Dur. 

Saya melihat masalah ini menjadi semakin serius, karena saya dengar ada yang sampai mengklaim sebagai satu-satunya yang menggunakan ideologi Gus Dur, padahal kenyataannya tidak tidak begitu.

PKB didirikan Gus Dur. Bukankah wajar kalau caleg partai itu memakai atribut pendiri2nya?
Nah, seperti saya bilang masalahnya ada wasiat dari almarhum.

Seperti apa sih wasiat Gus Dur selengkapnya?
Saya tidak tahu persis. Yang saya tahu, kabarnya ada klausul soal larangan bagi PKB Muhaimin menggunakan nama dan foto Gus Dur. Kalau mau tahu lebih detail nanti bisa tanya ke Inayah (anak Gus Dur).

Sekarang jadi muncul kesan keluarga memonopoli ketokohan Gus Dur. Bagaimana penilaian Anda?
Tidak sama sekali. Saya sudah bilang, ini cuma karena ada wasiat yang melarang PKB yang menggunakan. Kalau nggak ada wasiat, saya yakin tidak akan ada polemik.

Bila PKB meminta maaf dan meminta izin menggunakan nama dan foto Gus Dur, apakah kemungkinan akan diizinkan
?
Tergantung hasil pertemuan kedua belah pihak. Kalau pihak keluarga menilai ada niat baik, bukan tidak mungkin, akan diizinkan menggunakan nama dan foto Gus Dur.

Bagaimana kalau tidak diizinkan?

PKB bisa melayangkan gugatan secara hukum, karena bagaimanapun Gus Dur adalah tokoh bangsa.

Ada kabar Gusdurian mengancam akan melakukan sweeping terhadap atribut caleg dan parpol yang mendompleng kebesaran Gus Dur...
Saya berharap kabar itu tidak benar.

Saya mengimbau kepada Gusdurian untuk menggunakan jalur hukum bila keberatan dengan pemasangan atribut caleg dan parpol. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

Minggu, 08 Februari 2026 | 16:06

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Kelola Sampah di Bali

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:36

Miliki Lahan di Makkah, Prabowo Optimistis Turunkan Biaya Haji

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16

Dukungan Parpol ke Prabowo Dua Periode Munculkan Teka-teki Cawapres

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:52

KPK Telusuri Kongkalikong Sidang Perdata Perusahaan Milik Kemenkeu Vs Masyarakat di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:42

RI Harus Tarik Diri Jika BoP Tak Jamin Keadilan Palestina

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:32

Kehadiran Prabowo di Harlah NU Bawa Pesan Ulama-Umara Bersatu

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:50

Forum Perdana Board of Peace akan Berlangsung di Washington pada 19 Februari

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:31

Prabowo Tegaskan Pemimpin Wajib Tinggalkan Dendam dan Kebencian

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:17

KPK Gali Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:28

Selengkapnya