Berita

BUng karno diapit ratna djuami dan asmarahadi/net

Anak Ratna Djuami: Film Soekarno Sudah Dilarang, Kok Masih Ditayangkan

MINGGU, 29 DESEMBER 2013 | 11:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keluarga Inggit Ganarsih ikut mempertanyakan mengapa film Soekarno tetap ditayangkan padahal Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah mengeluarkan penetapan yang antara lain memerintahkan Multivision menghentikan penayangan film itu selagi sengketa yang berkaitan dengan hak cipta masih dibahas pengadilan.

"Kekuatan apa yang ada di belakang Raam Punjabi dan Hanung Bramantyo (produser dan sutradara film Soekarno). Penetapan pengadilan adalah produk hukum yang seharusnya dihormati di negara hukum ini," ujar Tito Zaini Asmarahadi dalam pembicaraan dengan Rakyat Merdeka Online di Bandung kemarin (Sabtu, 28/12).

Tito adalah anak dari Ratna Djuami dan Asmarahadi. Ratna Djuami atau yang biasa disapa Omi adalah anak angkat pasangan Bung Karno dan Inggit Ganarsih. Ratna Djuami mengikuti orangtua angkatnya hingga ke pembuangan di Ende dan Bengkulu. Ia menikah dengan Asmarahadi yang dikenal sebagai salah seorang pujangga dan jurnalis sahabat Bung Karno.


Dalam perjuangan merebut kemerdekaan, Bung Karno juga memberikan mandat khusus kepada Asmarahadi untuk menghimpun kekuatan pemuda di Bandung dan kota-kota lain di Indonesia.

Adalah keluarga Ratna Djuami yang merawat Ibu Inggit di Bandung hingga akhir hayatnya pada 1984.

Kepada redaksi, Tito prihatin karena upaya hukum yang ditempuh Rachmawati Soekarnoputri melawan Raam Punjabi dan Hanung Bramantyo tidak mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum.

"Sudah dilarang kok masih tayang. Siapa di belakang mereka," ujar Tito.

Pada tanggal 11 Desember lalu Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan penetapan nomor 93/Pdt.Sus-Hak Cipta/2013/PN.Niaga.JKT.PST. Dalam surat penetapan itu Pengadilan Niaga menyita master film dan naskah skenario asli yang dilakukan dalam pembuatan film. Pengadilan Niaga juga memerintahkan Multivision untuk menghentikan penayangan hingga kasus ini diputuskan.

Karena tetap ditayangkan, pada tanggal 14 Desember Rachmawati Soekarnoputri mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Sutarman yang antara lain meminta prlindungan hukum karena film tersebut masih ditayangkan. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya