Berita

Ikat Mega di 2009, Bukti Kejeniusan Prabowo

JUMAT, 27 DESEMBER 2013 | 23:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kesepakatan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra pada Pemilihan Presiden 2009 lalu terus menjadi perbincangan publik.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, perjanjian yang disepakati kedua belah pihak itu bukti kejeniusan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam berpolitik.

Menurutnya, pada Pilpres 2009, Prabowo paham bahwa ia tidak mungkin memenangi Pilpres jika berpasangan dengan Megawati. Maka, strategi Prabowo mengadakan perjanjian dengan PDIP pada 2009, untuk mendukung Prabowo maju pada Pilpres 2014 adalah bukti Prabowo sudah memprediksi apa yang akan terjadi pada 2014 nanti.


"Perjanjian Batu Tulis menunjukkan kematangan Prabowo dalam berpolitik, terutama dalam hal merencanakan jauh ke depan," tutur Jajat (Jumat, 27/12).



Bagaimana jika PDIP ingkar janji ?

Menurut Jajat, tidak ada yang tahu isi sebenarnya dari perjanjian “Batu Tulis” kecuali petinggi kedua partai tersebut. “Jika terbukti PDIP telah ingkar terhadap Gerindra, maka rakyat yang akan menilai apakah partai tersebut masih layak dipilih atau tidak,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengakui adanya kesepakatan antara PDIP dan Gerindra untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden dalam Pilpres 2014. Kesepakatan itu tertuang pada butir ketujuh perjanjian "Batu Tulis" tersebut. zul

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya