Berita

FOTO:NET

Olahraga

Gagal di Sea Games Bukan Malah Saling Menyalahkan

KAMIS, 26 DESEMBER 2013 | 13:30 WIB | LAPORAN:

Tim Indonesia gagal mengukir prestasi emas pada ajang Sea Games XXVII di Myanmar. Kegagalan ini seyogyanya menjadi momentum bagi Kemenpora, KONI, KOI dan sejumlah induk organisasi olahraga lainnya untuk memperbaiki sistem pembinaan olahraga nasional.

Pengamat POINT Indonesia, Karel Susatyo meminta agar semua pihak tidak saling menyalahkan atas kegagalan tim Indonesia itu. Justru, kata dia, yang diperlukan saat ini adalah evaluasi sistem pembinaan olahraga nasional secara komprehensif.

"Semua pihak harus bertanggung jawab atas kegagalan prestasi kita di Sea Games. Tentu secara proporsional sesuai dengan kewenangan yang ada pada dirinya," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/12).


Secara politik, lanjut Karel, penanggung jawab sektor olahraga nasional ada di tangan Kemenpora. Pertanggungjawaban Kemenpora ini tentunya disampaikan di hadapan parlemen. KONI sendiri yang bertanggung tanggung secara teknis juga tidak bisa lepas tangan. Kegagalan prestasi atlet Indonesia di ajang Sea Games harus menjadi cambuk perbaikan ke depan.

"Tak ada prestasi maka tak ada pula kebanggaan terhadap negeri ini. Apalagi hasil buruk ini didapat setelah kita berhasil menjadi juara umum di Sea Games sebelumnya," sambungnya.

Terkait konflik antara KONI dan KOI, Karel berharap Menpora Roy Suryo segera turun tangan untuk meredam perseteruan itu secara serius. Seperti halnya saat Menpora mengatasi masalah konflik di tubuh PSSI.

"Bagi para pembina atlet yang tak mau menyelesaikan konfliknya, sebaiknya Menpora tegas saja untuk memecat mereka. Jangan pertaruhkan kebanggan bangsa dan prestasi para atlet, hanya untuk memenangkan kepentingan segelintir orang saja. Saya yakin Menpora bisa melakukan itu," pintanya.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya