Berita

Bernie Ecclestone

Olahraga

Bos Formula One Tolak Double Poin

SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 08:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perubahan sistem pertandingan pada musim balapan Formula One musim depan akan membuat persaingan lebih ketat. Termasuk, soal penerapan poin ganda pada akhir kompetisi.

Namun, rencana menerapkan poin ganda yang hanya berlaku pada balapan terakhir itu mendapat tentangan dari bos F1, Bernie Ecclestone. Menurutnya, peraturan poin ganda pada musim depan semestinya dipakai pada tiga balapan terakhir. Jika itu tak disetujui, maka poin ganda tidak perlu digunakan sama sekali.

Sebelumnya FIA telah mengumumkan, GP Abu Dhabi yang jadi balapan pamungkas tahun depan akan mengadopsi poin ganda demi menjaga persaingan terjaga. Peraturan itu kemudian menimbulkan pro dan kontra dari sejumlah kalangan.


Ecclestone mengungkap, peraturan itu masih bisa ditolak pada bulan Januari mendatang, dalam pertemuan antara perwakilan FIA, FOM, Ferrari, Red Bull, McLaren, Mercedes, Williams, dan Lotus.

“Secara pribadi saya memilih untuk tiga balapan terakhir dapat poin dobel. Tapi bisa saja peraturan itu dibatalkan seluruhnya pada pertemuan berikutnya,” kata Ecclestone kepada Daily Telegraph.

Sementara itu sang juara bertahan, Vettel lebih memilih menanggapi rencana pengenalan mesin V6 Turbocharge 1.6 liter serta perubahan aerodinamis. Jika diterapkan, itu dianggapnya akan membuat tim-tim kecil lebih kompetitif. Tapi tetap akan membuat tim besar seperti Red Bull atau Ferrari bakal tetap mendominasi.

“Kami juga belum tahu bagaimana mengelola bahan bakar yang sedikit itu. Tapi saya pikir tim-tim besar tetap mendominasi dengan dukungan tekhnologi mereka yang memadai,” ucap Vettel. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya