Berita

net

Politik

Parah Gan, Peta Indonesia di E-KTP Salah

SENIN, 23 DESEMBER 2013 | 23:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Proyek pengadaan e-KTP dikerjakan tidak serius dan sangat sembrono. Kesimpulan ini muncul setidaknya setelah melihat fisik e-KTP. Bisa-bisanya letak Pulau Jawa di Peta Indonesia yang ada di e-KTP, tersambung dengan Pulau Bali, NTB dan NTT. Padahal seharusnya, pulau-pulau tersebut tidak bergabung.

Kesalahan peta Indonesia di e-KTP ini  jadi perbincangan hangat anggota komunitas Kaskus atau biasa dibilang Kaskuser. Para Kaskuser mempersoalkan, bisa-bisanya proyek e-KTP yang bernilai Rp 5,6 triliun dikerjakan dengan tidak teliti.

Kesalahan peta di e-KTP diinformasikan seorang Kaskuser beridentitas prabu.enkku. Biar para Kaskuser langsung ngeh, dia turut meng-upload gambar peta salah di e-KTP yang dimilikinya.


"Pulau Jawanya mana? Bali? NTT? NTB? Madura dan lainnya kok bisa nyambung gitu? Kalau menurut agan itu wajar? Menurut ane itu tidak seharusnya. Karena ini proyek skala nasional bukan anak SD dikasi PR bikin peta buta, bukan pekerjaan sembarangan dengan dana milyar2 dengan sarjana-sarjana masa begitu doang masih keliru," tulis prabu.enkku.

Banyak Kaskuser ternyata tak ngeh bila peta Indonesia di e-KTP yang ada di dompet mereka salah. Informasi ini pun dibincangkan ramai, dan jadi bahan olok-olok .

"Barangkali ikut lirik lagu kayak gini gan: "sambung-menyambung menjadi satu, itulah INDONESIA," tulis reseturmind.

"Iya gan... Parah nih! Besok gw mau lapor polisi, sekarang dah malem soalnya," tulis walahhh.

Salah siapa?

Ada beberapa Kaskuser yang menyalahkan orang yang mendesain e-KTP. Menurut mereka, desain e-KTP dikerjakan bukan oleh orang yang ahli.

"Parah yang disain. Suruh belajar lagi dah," tulis phadel.

"Maklum gan, asal jadi," kata ken nero.

Kaskuser lain menduga kesalahan terjadi akibat kesalahan dalam proses cetak.

"Pas nyetak, tiba2 printernya error kali gan," sebut ndramuzzz.

Beda dengan ndramuzzz, ada juga mengomentari kesalahan peta tersebut dengan pujian bernada nyinyir.  

"Mungkin itu prediksi buat tahun 2050 kali gan," tulis dmatamerah.

"Mungkin itu rencana pemerintah di masa depan untuk menggabungkan pulau-pulau di indonesia demi kebangkitan ekonomi kita gan," tulis MarkDW. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya