Berita

SEA Games XXVII Myanmar

Olahraga

Pemerintah Sering Lelet

Penyebab Gagal Pertahankan Juara Umum
SENIN, 23 DESEMBER 2013 | 09:07 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kegagalan kontingen Indonesia di SEA Games XXVII Myanmar sudah sepantasnya dijadikan pelajaran berharga bagi instansi olahraga nasional untuk bangkit dan berjaya di pesta akbar se-Asia Tenggara berikutnya.

Pasalnya, Indonesia bukan hanya gagal mempertahankan ge­lar juara umum, tapi juga ter­lem­par dari peringkat tiga besar se­perti yang ditargetkan pemerintah.

Indonesia menutup SEA Ga­mes tahun ini dengan menempati peringkat keempat dengan me­ngoleksi 65 medali emas, 84 pe­rak, dan 111 perunggu. Raihan itu sudah termasuk dua medali pe­runggu tambahan dari cabang sepak takraw, kemarin pagi.


Total raihan medali Indonesia itu bahkan terbilang menge­nas­kan lantaran terpaut jauh dari Thai­land yang menjadi juara umum Sea Games kali ini. Ne­geri Gajah Putih itu mengoleksi 107 emas 94 perak dan 81 pe­rung­gu. Dengan demikian, itu arti­nya Thailand sudah 13 kali menjuarai multievent olahraga tersebut bila dihitung sejak era South East Asian Peninsula (SE­AP Games).

Kegagalan Indonesia di SEA Games kali ini semakin lengkap de­ngan kegagalan sejumlah ca­bang memenuhi target meraih me­dali emas. Diantaranya, kara­te yang menargetkan tujuh me­dali emas, harus puas dengan ha­nya dua medali emas. Taekwon­do le­bih ironis lagi karena gagal me­metik satu pun medali emas. De­mikian juga renang yang ha­nya meraih lima dari target enam emas.

Hingga penutupan SEA Ga­mes, tercatat hanya empat cabor Indonesia mampu menjadi juara umum, yaitu balap sepeda, da­yung, pencak silat, dan badmin­ton. Catur menjadi cabor yang paling impresif karena jauh me­le­bihi target yang ditetapkan dari dua emas, catur mendapatkan li­ma medali emas.

Koordinator Cabang Olahraga Terukur Satuan Pelaksana Pro­gram Indonesia Emas (Satlak Pri­ma), Hadi Wihardja berpen­da­pat, melesetnya perolehan me­dali kali ini dikarenakan mi­nim­nya dukungan pemerintah pada saat persiapan.

“Seperti peralatan dan uang saku yang sering terlambat. Ten­tu saja, secara tidak langsung hal itu menganggu aspek psikologis dari atlet yang akan berlaga di ajang SEA Games. Ibarat kata, se­perti pekerja yang bekerja di­bayar lelet. Jadi mana mungkin me­reka bisa optimal?” kata be­kas lifter nasional itu saat tiba di Jakarta, tadi malam.

Sejumlah pengurus cabang olahraga pun mengutarakan hal serupa. Intinya mereka menuntut perhatian lebih dari pemerintah bila memang pemerintah me­nun­­­tut hasil yang maksimal dari cabor tersebut di ajang multi­event olahraga internasional.

“Ke depan seharusnya tidak bo­leh seperti ini lagi, apa lagi di 2014 kita akan menghadapi Asi­an Games yang tentu lebih berat dibandingkan SEA Games Myan­mar,” kata Hadi menambahkan.

Ketua kontingen Indonesia (Chief de Mission/CDM), Asli­zar Tanjung mengungkapkan, pada awalnya pihaknya memang mem­punyai ukuran-ukuran soal raihan medali Indonesia. Dari ha­sil ‘pe­nerawangan’ tersebut di­dapat­kan data bahwa untuk bisa menda­patkan gelar juara umum kembali, setidaknya Indonesia harus bisa meraih 120 medali emas.

“Tapi dari 460 medali emas kan memang kita tidak ikut satu ca­bang olahraga yang punya banyak medali seperti chinlone. Itu sudah membuat kita kehila­ngan banyak medali, belum dari beberapa cabor yang tidak diper­tandingkan,” kata purnawirawan jenderal bintang dua TNI-AD itu. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya