Sukses tim dayung yang menyumbang lima emas untuk SEA Games diharapkan tidak membuat Indonesia terlena. Pasalnya Asian Games Incheon sudah menanti di ambang pintu.
Demikian dikatakan Manajer Dayung Tim Nasional Indonesia di SEA Games Ahmad Sucipto di Jakarta, Kamis sore (19/12). Untuk itu, Indonesia wajib melakukan regenerasi dalam cabor dayung karena banyak anggota tim yang telah memasuki usia veteran.
Sekadar catatan, medali emas rowing di nomor M8+ SEA Games XXVII Myanmar mungkin menjadi spesial bagi beberapa atlet senior. Beberapa nama seperti Iswandi, Agus Budiaji, dan Jamalaudin mungkin akan pensiun setelah multievent dua tahunan ini.
Sucipto malah sudah mendengar pernyataan ketiga atlet itu, yang 80 persen akan berhenti dari pelatnas dayung. Sucipto melihat, selain mereka ada juga atlet yang sudah berkepala tiga sehingga saatnya peremajaan dilakukan.
“Kita malah jangan takut memasukkan pendayung muda ke dalam tim. Kalau kita ragu, kapan anak-anak muda akan terpacu masuk tim inti dayung Indonesia? Saya sudah bicarakan dengan mereka soal regenerasi,†kata Sucipto.
Beberapa nama atlet muda sudah “dititipkan†untuk digembleng di nomor yang banyak pedayungnya seperti M8+ ini. Dengan bahu-membahu bersama para seniornya, proses adaptasi akan semakin mudah. Sebab sangat berisiko menurunkan pemain muda tanpa kemampuan istimewa di nomor single atau duo.
Nah, Iswandi juga tak menutupi niatnya gantung dayung usai SEA Games kali ini. Sudah 14 tahun ikut SEA Games atau sejak SEA Games 1999 lalu, medali emas selalu didapatnya bersama Indonesia yang turun di M8+.
“Kalau saya tak memikirkan pensiun dalam lomba hari ini (kemarin, red), saya fokus saja untuk balapan. Masalah pensiun tahun depan, sudah saya bicarakan dengan manajer dan tim. Keputusan sudah bulat,†kata Iswandi (36).
Sementara itu Pertamina sangat puas dengan prestasi tim nasional Indonesia. Karena itu dua BUMN itu menyatakan tetap mendukung pembinaan rowing untuk menyongsong event Internasional mendatang.
“Sebagai sponsor, kami akan terus mendukung kiprah atlet dayung Indonesia. Diantaranya untuk Asian Games 2014, SEA Games Singapura 2015, dan Olimpiade Brazil 2016,†kata VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Untuk SEA Games 2013 sendiri, Pertamina memberikan dukungan Rp 1,39 miliar. Bantuan itu untuk tunjangan prestasi atlet dan pelatih, biaya tryout, suplemen melalui PODSI. Indoensia meraih lima emas satu perak dan dua perunggu, perolehan terbanyak dari negara lainnya di cabang dayung.
[rus]