Berita

Endriartono Sutarto/net

Jenderal Tarto: Saya Jadi Presiden, Indonesia Mandiri

RABU, 18 DESEMBER 2013 | 22:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peserta konvensi calon Presiden (Capres) Partai Demokrat Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto menghadiri diskusi Peringatan Deklarasi Djoeanda ke-56 dengan tema "Menegakkan Kedaulatan Wilayah untuk Kemakmuran Bangsa di PP Muhamamdiyah, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (18/12).

Diskusi dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari, Ketua Umum PP Muhamamdiyah Din Syamsuddin, cucu Djoanda Sahandara Hadityo dan puluhan kader  serta pengurus Muhammadiyah.

Ada yang menarik saat sesi pemaparan yang kebanyak memaparkan soal kedaulatan ekonomi dan negara. Hajriyanto mengatakan negara maju karena manusianya, bukan yang kaya sumber daya alamnya. Hajriyanto juga memuji pemaparan Jenderal Tarto, sapaan akrab Endriartono Sutarto.


"Mutu manusianya paling penting, dalam hal ini pemimpin, betul Kata Pak En . Sumber daya alam tidak boleh dipakai habis dan dijua. Di luar sana, kekayaan alam bukan milik generasi sekarang saja, tapi generasi nanti," ujarnya.

Karena itu, butuh pemimpin yang bisa mengambil langkah drastis. Bukan yang biasa-biasa saja. Terutama dalam hal pengalokasian APBN yang berpihak pada rakyat. Bagaimana agar pemerintah yang dikomandoi oleh Presiden menjadi eksekutor kebijakan yang hebat dan handal.

"Kayaknya hanya Jenderal yang bisa seperti ini. Yang bisa mengubah postur APBN sebagai roh jalannya pemerintaha agar gak seperti sekarang," guyon Hajriyanto sembari melirik Jenderal Tarto.

Jenderal Tarto yang mendapat guyonan ini sontak langsung tersenyum. Di dalam pemaparan, Jenderal Tarto tidak banyak menyinggung soal konvensi dan pencapresannya. Jenderal kelahiran Purworejo Jawa Tengah ini lebih banyak memaparkan soal kehidupan nelayan, petani dan masyarakat bawah yang makin terpinggirkan.

"Setiap tahun kita merugi triliuan rupiah karena ikan kita dicuri nelayanan asing. Lalu kalau dicegah, apakah nelayan kita  juga dapatkan triliunan. Ternyata tidak, karena kapal mereka kecil, tidak ada radar ikan, tidak bisa melaut jauh, jadi pemerintah ini tidak memikirkan kedaulatan mereka," kata Tarto.

Soal energi pun tak jauh berbeda. Indonesia terlalu bergantung pada bahan bakar minyak, padahal banyak sumber energi lain seperti gas dan batu bara yang lebih murah dan efisien namun lebih suka dijual.

"Kita tidak belajar dari kesalahan kita mengelola ekonomi dan sumber daya alam, kita pengekspor gas murah, batubara murah tapi membeli minyak dan nyedot APBN hampir separuh," kata Tarto yang menggunakan kemeja kotak-kotak hitam ini.

Karena itu, dia menegaskan, Indonesia butuh orang yang punya integritas dan tahu masalah bangsa. "Kalau jadi Presiden saya akan buat negara ini mandiri. Kita bisa diversifikasi energi agar kita tergantung pada bahan bakar minyak," ujarnya.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya