Berita

ilustrasi

Bisnis

BUMN Pertanian Jangan Cuma Cari Untung, Tapi Layani Petani

RABU, 18 DESEMBER 2013 | 09:53 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi impor, pemerintah diimbau memperhatikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertanian.

Salah satu pengajar pertanian dari Politeknik Agro Industri Sukamandi Ujianto mengatakan, sebagai negara agraris yang dianugerahi sumber daya alam yang melimpah, sudah seharusnya Indonesia menjadi negara mandiri dan berdaulat di bidang pangan. Tidak lagi bergantung pada impor.

“Mati hidupnya suatu negara tergantung dari maju mundurnya dunia pertanian. Maju mundurnya dunia pertanian dimulai dari penyediaan dan distribusi benih tanaman pangan dan palawija yang berkualitas,” ujarnya, kemarin.


Bekas direktur utama PT Pertani (Persero) ini mengatakan, untuk mendukung hal tersebut, selain pemerintah harus dapat meningkatkan kesejahteraan para petani sebagai ujung tombak dunia pertanian, juga mampu memproduksi benih tanaman pangan yang berkualitas melalui BUMN pertanian yang ada.

“Saya berharap peran BUMN pertanian yang sudah ada seperti PT Sang Hyang Seri ditingkatkan. Bukannya malah dikerdilkan dan dilemahkan,” ujar Sukamandi.

Yang dimaksud dilemahkan, menurut Ujianto, PT Sang Hyang Seri yang dulu berstatus BUMN mandiri dapat dengan mudah berkreasi memproduksi dan mendistribusikan benih kepada para petani. Tapi, tanpa kajian akademis yang matang diakuisisi menjadi anak perusahaan dari BUMN pupuk.

Akibatnya, saat ini BUMN pangan itu menjadi kurang berkembang dan kurang dapat melayani petani dengan baik. Akibat lainnya adalah sistem perbenihan di tanah air juga menjadi lemah.

“Jika Sang Hyang Seri digabung menjadi anak perusahaan pupuk itu tidak cocok. Karena visi dan misinya berbeda. Apalagi tujuan dari akuisisi itu hanya karena faktor keuntungan semata. Padahal, BUMN benih selain perlu untung, tugas utamanya adalah melayani petani dan dunia pertanian di Indonesia,” jelasnya.

Hal senada disampaikan dosen Sosiologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Suryo Adiwibowo. Menurutnya, jika sektor penyediaan benih diserahkan kepada sektor swasta dikhawatirkan terlalu besar motif ekonomi maupun politiknya. Hal ini membahayakan sektor pertanian dan nasib petani di Indonesia.

“Saya khawatir perusahaan swasta itu pasti mencari keuntungan yang besar. Petani kita kalau dihadapkan dengan masalah biaya produksi, itu sangat menyusahkan,” papar Suryo.

Anggota Komisi IV DPR Honing Sari mengatakan, BUMN pertanian tidak harus seperti swasta yang bertugas mencari keuntungan semata, melainkan harus melayani para petani dengan lebih profesional. Untuk mendukung hal tersebut pemerintah masih berkewajiban memberikan subsidi kepada petani. Termasuk di dalamnya subsidi benih. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya