Berita

abraham samad/net

Politik

Abraham Samad, Bertobatlah dan Jangan Berbohong Lagi!

SABTU, 14 DESEMBER 2013 | 11:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia Tri Dianto meminta Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad bertobat, mengakhiri kebiasaannya berbohong dan tidak melakukannya lagi.

"Selama ini Abraham Samad mempertontonkan kebohongan. Sudah cukup, bertobalah," ujar Tri Dianto dalam pesan elektroniknya kepada Rakyat Merdeka Online, tadi malam (Jumat, 13/12).

Setelah dilantik memimpin KPK pertengahan Desember 2011, Abraham berjanji akan pulang kampung apabila dalam setahun tidak bisa menyelesaikan megaskandal Century. Nyatanya, Abraham belum juga memutuskan pulang kampung padahal sudah dua tahun memimpin KPK, kasus Century yang disebut-sebut menyeret Boediono belum juga tuntas.


Abraham juga berbohong terkait penanganan kasus Hambalang. Dia berjanji akan segera menyelesaikan kasus Hambalang dan menahan semua tersangkanya di akhir tahun 2013, namun sampai hari ini masih ada tersangka yang belum ditahan dengan alasan berkas perkaranya baru diseleseaikan 50 persen. Alasan lain yang disampaikan, penahanan belum dilakukan karena sel KPK penuh.

"Kenapa sudah menetapkan seorang tersangka dengan saksi ratusan, berkas belum selesai? Bukankah seseorang ditetapkan tersangka oleh KPK harusnya sudah ada dua alat bukti dan tidak ada alasan buat KPK segera menahannya?" protesnya.

Kebohongan terbaru Abraham, kata mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap ini, dengan lantang dia menyebut nama Edhie Baskoro Yudhoyono tidak tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan saksi Yuliansi. Nyatanya, sehari setelah Abraham menyampaikan hal tersebut, Yulianis dengan tegas menyatakan dirinya pernah menginformasikan soal Ibas kepada penyidik saat diperiksa sebagai saksi.

Sebagai Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis tentu tahu uang perusahaannya mengalir ke mana saja. Jadi sudah barang tentu publik lebih percaya omongan Yulianis daripada omongan Abraham.

"Pernyataan Ketua KPK itu sangat terkesan berpihak terhadap terduga korupsi anggota keluarga Cikeas," imbuhnya.

"Banyak kebohongan lain dari Abraham selama hampir dua tahun terakhir ini. Karenanya saya minta komite etik segera mamanggil Abraham untuk dievaluasi integritasnya," demikian Tri Dianto.[ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya