Berita

Suhardi Alius

Wawancara

WAWANCARA

Suhardi Alius: Bareskrim & KPK Siap Bersaing Dalam Transparansi Penyidikan

KAMIS, 12 DESEMBER 2013 | 09:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri  berupaya mendekatkan diri kepada rakyat agar tidak menilai negatif polisi.

”70 persen pengaduan rakyat mengenai oknum reserse. Makanya komunikasi intens kepada rakyat sangat penting,’’ ujar Kabareskrim Polri, Inspektur Jenderal Suhardi Alius, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Bareskrim, lanjutnya, sering dituding menangkap dengan alasan yang tidak jelas atau dengan paksaan, sehingga dianggap melanggar HAM.


”Padahal, tidak mungkin polisi sembarangan melakukan itu. Tapi banyak rakyat belum mengerti mengenai tugas polisi, sehingga kerap salah paham,” papar bekas Kapolda Jawa Barat itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana bentuk komunikasi yang disampaikan kepada rakyat?

Tentu persuasif. Kemudian dijelaskan, apa saja tugas polisi. Dengan demikian diharapkan tidak ada salah paham.   

Apa ya rakyat belum memahami kerja Bareskrim?
 Saya lihat masih banyak kerja Bareskrim yang tidak diketahui rakyat, sehingga Bareskrim dianggap tidak ada kerjannya. Padahal banyak. Contohnya, dari target menyelesaikan 23 kasus korupsi tahun 2013, kami justru mampu menyelesaikan 29 kasus korupsi.

Begitu juga kasus lainnya, sehingga berhasil mengembalikan Rp 648 miliar keuangan negara. Tapi hal ini tidak diketahui  masyarakat. Akibatnnya mereka hanya memandang negatif anggota Polri. Tapi saya lihat masih ada peluang untuk membenahinya dengan komunikasi.

Caranya bagaimana?
Macam-macam. Misalnya, hasil kerja Bareskrim disosialisasikan. Kalau melakukan pemeriksaan, anggota Polri harus menjelaskan, mengapa seseorang diperiksa. Kalau bisa saat pemeriksaan ada anggota Binmas yang mendampingi untuk menjelaskan sekaligus menenangkan.

Intinya, kami mau agar masyarakat tahu apa saja yang dikerjakan Bareskrim.

Kemudian diharapkan peran serta rakyat untuk membantu menegakkan hukum.

Memang selama ini komunikasi antara kepolisian dan masyarakat masih kurang?
Ya. Saya lihat fungsi ini masih minim. Masyarakat kita diperiksa polisi saja takut. Padahal kami memeriksa karena memang diperlukan. Makanya saya akan segera sosialisasikan hal ini kepada seluruh Direktorat, supaya kesalahan yang terjadi selama ini bisa direduksi. Kami akan coba menciptakan Polri yang tegas tapi manusiawi.

Bukankah rakyat menilai jelek karena banyak perilaku oknum Polri seperti itu?
Saya akui memang banyak oknum anggota Polri yang salah. Tapi tidak semuanya.

Masih banyak anggota Polri yang baik. Jangan karena perilaku oknum, lantas kepolisian dinilai buruk semua. Saya sedang berupaya membenahi hal itu.

Seperti apa pembenahannya?
Semua anggota Polri harus melayani masyarakat dengan baik. Jangan menyalahgunakan wewenang seperti bermain kasus. Siapapun anggota Bareskrim yang diketahui seperti itu akan saya tindak.

Kalau bukan anggota Bareskrim, saya akan rekomendasikan kepada Kapolri untuk ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Apa berhasil dengan cara seperti itu?

Kalau ada niat, pasti bisa. Apalagi Polri punya Irwasum dan Propam yang selama ini sudah bekerja sebagai pengawas internal. 

Saya  di Jawa Barat bisa menerapkan itu dalam lima bulan. Caranya dengan meminta penilaian dari masyarakat dan para pengamat mengenai kepolisian yang bagus.

Nyatanya banyak solusi yang saya dapat melalui interaksi dengan mereka. Intinya Polri harus transparan, biar masyarakat tidak segan dan bisa menilai secara obyektif.

Bukankah selama ini Bareskrim tidak terbuka dalam penanganan kasus?
Saya akui ada kesan Bareskrim tertutup dalam memberikan informasi. Kebetulan saya bekas Kadiv Humas, sehingga tahu bagaimana susahnya mendapatkan akses informasi.

 Tapi di bawah kepemimpinan saya, Insya Allah Bareskrim akan bersaing dengan KPK dalam transparansi penyelidikan dan penyidikan kasus.

Saya  memerintahkan lima kepala direktorat di Bareskrim Polri untuk lebih terbuka.

Teknisnya bagaimana?
Saya akan menunjuk personel di setiap direktorat agar akses informasi terbuka untuk publik. Saya berjanji akan mengumpulkan itu, supaya setiap hari harus ada akses.

Karena ini juga merupakan kontrol sosial per kasus-kasus yang ditangani Bareskrim.

Saya juga akan bersinergi dengan pihak terkait untuk mempercepat penyelesaian kasus yang ditangani Bareskrim Polri. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya