Atlet wushu lindswell kwok dan achmad hulaefi di indoor stadium wunna theikdi naypyitaw.
Tim Wushu Indonesia sukses mencapai target empat medali emas di SEA Games XXVII-2013, Myanmar.
Sampai berita ini diturunkan, olahraga beladiri tradisional asal China itu telah menyumbang total 13 medali. Empat di antaranya medali emas.
Pada penyelenggaraan pertandingan hari ketiga cabang olahraga wushu di Wunna Theik di Indoor Stadium, Naypyitaw, kemarin, tim wushu Indonesia mendapatkan tambahan dua emas, satu perak, dan satu perunggu.
Tambahan emas kembali disumbangkan Achmad Hulayfi yang memenangi nomor daoshu dengan nilai 9,70. Dia mengalahkan atlet Vietnam, Manh Quyen Nguyen, yang memperoleh perak, serta Say Yoke Ng dari Malaysia yang menggondol perunggu.
Sejauh ini Achmad telah menyumbangkan tiga medali untuk kontingen Indonesia. Dua di antaranya emas. Emas pertama diraihnya hari Minggu lalu di nomor gunshu. Sedangkan medali lainnya, perak, di nomor chang quan.
Atlet wushu 24 tahun itu mengaku tak pernah menyangka bisa memborong tiga medali sekaligus. Padahal target awal dari tim pelatih adalah mempertahankan satu emas seperti di SEA Games 2011.
“Sungguh saya tidak menyangka,†ucap Hulaefi, kemarin.
Pria yang akrab disapa Ulay ini mengaku, para kompetitornya cukup tangguh. “Saingan-saingan di sini sebenarnya memiliki teknik dan bentuk yang lebih baik, tapi saya lebih unggul speed (kecepatan) dan power (kekuatan). Itu yang saya maksimalkan di sini.â€
Sementara itu emas kedua kemarin dipersembahkan Juwita Niza Wasni, dari nomor nangun putri. Meski merasa bahagia bisa meraih medali emas pada gelaran olahraga se-Asia Tenggara, Juwita juga merasa tidak enak dengan seniornya, Ivana Ardelia Irmanto yang hanya meraih perak.
Di nomor Quiangshu, atlet Indonesia, Thalita Lovita Sosrodjojo hanya sanggup meraih perunggu. Sedangkan medali emas diraih Eyin Phoon dari Malaysia, dan perak direbut Thuy Vi Duong dari Vietnam.
Di nomor ini, dara kelahiran Jakarta 19 tahun lalu itu hanya mampu memperoleh 9.40 poin, sementara Thuy Vi Duong, 9.59 dan Eyin Phoon 9.67. Thalita lebih unggul dari enam atlet lain, termasuk dua atlet tuan rumah Sandy OO, 9.39 poin, Myat Thet Hsu Wai Phyo 8.98 poin.
Atas raihan medali para anak asuhnya, pelatih Wushu Indonesia, Sandry Liong mengaku sangat puas. “Target empat emas sejauh ini sudah tercapai, dan kami sangat mensyukuri ini,†ujarnya kepada Satlakprima.
Dengan perolehan medali demikian sampai saat ini Indonesia telah mengumpulkan 4 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu, yang semuanya diperoleh dari cabang wushu. Posisi kontingen.
“Merah Putih†di daftar peroleh medali pun naik ke posisi tiga di bawah Myanmar dan Vietnam. ***