Berita

foto: net

Politik

Tak Ada Tempat Bagi Politik Rasis Partai Demokrat!

SENIN, 09 DESEMBER 2013 | 12:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perbedaan pendapat dijamin dalam negara demokrasi. Tapi tak satu pun negara demokrasi di muka bumi bisa menerima garis politik "perbedaan warna kulit" seperti disampaikan Partai Demokrat lewat juru bicaranya, Ruhut Sitompul saat berdialog dengan analis politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens di salah satu TV swasta, Kamis (5/12) lalu.
 
Menurut koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M. Massardi kepada wartawan di Jakarta siang (9/12) ini, perrnyataan jubir Partai Demokrat, Ruhut Sitompul tersebut merupakan racial abuse, penistaan terhadap ras kulit hitam.
 
"Mumpung belum meluas menjadi paham yang berbahaya, kita harus bersatu dan bergerak menolak dan melawan siapa saja yang hendak mengembangkan politik rasis. Tidak ada tempat bagi rasisme dan perilaku intoleran di negara-negara beradab, apalagi di bumi Pancasila yang kita cintai ini," katanya.
 

 
Untuk membendung dan menetralisir politik rasis ala Partai Demokrat, jubir era presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini bersama Boni Hargens, Neta S Pane, Bambang Soesatyo dan tokoh gerakan sipil (civil society) lainnya pada hari Minggu (8/12) kemarin mendeklarasikan Gerakan Anti-Diskriminasi (Granad) di Jakarta.
 
"Kita memang masih bermasalah dengan kelompok-kelompok intoleran yang secara laten muncul di berbagai daerah. Tapi itu belum menjadi ancaman serius. Namun menjadi sangat berbahaya ketika hal itu disuarakan secara resmi oleh (jubir) partai politik (Demokrat) yang juga anggota DPR seperti Ruhut Sitompul. Untuk meredamnya, harus ada gerakan yang nyata dan masif dari masyarakat di seluruh Indonesia," tegasnya.
 
Adhie menambahkan, di AS dan Eropa hal yang sama juga terus dilakukan. Bahkan ketika racial abuse juga muncul di dunia sepakbola, Presiden FIFA Sepp Blatter mengancam akan mengeluarkan tim yang ada pemain rasisnya dari kompetisi.
 
Makanya, Granad siang ini akan minta Badan Kehormatan DPR mencari cara untuk mengeluarkan anggota DPR yang melancarkan racial abuse atau KPU mengeluarkan parpol yang demikian itu sebagai peserta pemilu.
 
"Hanya dengan keputusan semacam itu kita bisa melawan rasisme dan diskriminasi. Jika kita tidak melakukan itu, persoalan ini akan terus terjadi dan terjadi lagi. Kita harus menghentikannya. Kita butuh keberanian untuk melakukannya," pungkas Adhie mengutip pernyataan Sepp Blatter.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya