Berita

Politik

Aparat Harus Berpihak pada Nelayan Tradisional

MINGGU, 08 DESEMBER 2013 | 16:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aparat keamanan negara harus bisa lebih berpihak kepada nelayan tradisional yang hak asasinya kerap terlanggar dalam perselisihan di sektor kelautan dan perikanan. Data Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menyebutkan sepanjang 2012-2013 telah terjadi 28 konflik di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di berbagai daerah di Indonesia.

"Konflik-konfil itu menyangkut ruang penghidupan yang dibiarkan dieksploitasi dan dirusak," ujar Sekjen Kiara, Abdul Halim, dalam keterangannya (Minggu, 8/12).

Untuk itu, kata Halim, Kiara bersama dengan masyarakat sipil mendesak negara untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak asasi nelayan tradisional. Menurut Abdul Halim, hal tersebut dapat dilakukan dengan memastikan hak asasi nelayan tradisional dan petambak kecil untuk mendapatkan perlindungan dari perusakan dan pencemaran lingkungan serta ancaman dari pembangunan dan eksploitasi sumber daya pesisir.


Ia mengingatkan bahwa masih terdapat pengabaian pemenuhan dan pelanggaran hak asasi warga negara yang secara khusus dialami nelayan tradisional. Bahkan, menurut dia, nelayan dan petambak menjadi kelompok yang dimiskinkan tanpa diberikan subsidi yang cukup untuk berusaha. Pada aspek anggaran juga diduga terjadi masalah korupsi yang sistemik sehingga masih 7,8 juta nelayan tradisional hidup dalam keadaan miskin.

"Kami juga mendesak kebijakan yang dibuat untuk lebih berpihak kepada nelayan dan petambak dengan memastikan negara melalui pemerintah dan pemerintah daerah hadir untuk menyejahterakan," demikian Halim.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya