Berita

Denny JA: Diskriminasi Penyandang Cacat Harus Dihentikan

MINGGU, 08 DESEMBER 2013 | 15:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Melindungi segenap bangsa Indonesia adalah salah satu amanat mendasar yang melatari kelahiran bangsa dan negara Indonesia. Amanat itu menegaskan bahwa sesungguhnya Indonesia dibangun untuk semua warga negara, anak bangsa, terlepas dari latar belakang suku, agama, ras dan identitas antar golongan lainnya.

Amanat itu pun bermakna bahwa sejatinya Indonesia tidak mengenal dan tidak memberikan ruang untuk prinsip diskriminasi.

Sayangnya, dalam perjalanan kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari hingga kini masih sering ditemukan berbagai bentuk diskriminasi terhadap kelompok masyarakat tertentu, baik yang didasarkan pada perbedaan SARA maupun diskriminasi yang dialami oleh kaum penyandang cacat.


Demikian disampaikan penggagas Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi, Denny JA, dalam perbincangan beberapa saat lalu. Denny JA mengapresiasi Deklarasi Kaum Difabel Indonesia yang dibacakan pendaki tunadaksa Sabar Gorky di pelataran Tugu Monumen Nasional, Minggu siang (8/12).

Dalam Deklarasi Kaum Difabel tersebut, Sabar Gorky menuntut Indonesia tanpa diskriminasi, termasuk terhadap kaum penyandang cacat, segera terwujud.



"Hal-hal mengenai kebijakan dan penyediaan kemudahan terhadap Kaum Difabel, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya," demikian antara lain bunyi Deklarasi Kaum Difabel itu.


 Sementara Denny JA mengatakan dirinya khawatir masih ada stigma negatif tentang kaum penyandang cacat sebagai kelompok masyarakat yang tidak berguna. Padahal, kaum tunadaksa memiliki kemampuan yang tidak kalah, dan kerap memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat.

"Stigma negatif ini, yang juga menjalar dan tercermin dari minimnya fasilitas umum yang disediakan pemerintah untuk kaum penyandang cacat. Stigma ini patut kita lawan bersama," demikian Denny JA. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya