Berita

nelson mandela/net

ProDem: Indonesia Harus Ikuti Jejak Mandela Menata Rekonsiliasi

JUMAT, 06 DESEMBER 2013 | 11:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kepergian Nelson Rolihlahla Mandela adalah kehilangan besar bagi dunia. Mandela adalah Presiden Afrika Selatan pada periode 1994-1999. Ia merupakan pemimpin gerakan anti apartheid yang konsisten memperjuangan prinsip-prinsip dasar demokrasi yang menghargai dan menghormati hak setiap individu.

"Bangsa Indonesia harus mengikuti jejak Mandela membangun rekonsiliasi, bukan mempertahankan permusuhan dan kebencian," ujar Sekjen Jaringan Aktivis Pro Demokrasi Firman Tendry dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Jumat, 6/12).

Mandela meninggal dunia kemarin malam (Kamis, 5/12) setelah tiga tahun menjalani perawatan intensif atas berbagai sakit yang dideritanya.


Mandela pernah mendekam dalam penjara rezim apartheid yang membedakan perlakuan negara terhadap keturunan Eropa dan pribumi di Afrika Selatan selama 27 tahun sebelum akhirnya dilepaskan pada 1990. Pada tahun 1994 ia terpilih sebagai presiden Afrika Selatan. Itu adalah pemilihan pertama yang diikuti seluruh rakyat Afrika Selatan tanpa memandang latar belakang etnisitas.

Saat berkuasa Mandela berusaha menghilangkan semua peninggalan dan jejak rezim apartheid yang tertanam kuat di kalangan masyarakat. Ia memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat pribumi tanpa mendiskriminasi keturunan kulit putih.

"Rekonsiliasi dan perlindungan terhadap setiap individu adalah pondasi terbaik dalam proses pembangunan. Kesadaran memaafkan harus diutamakan, karena sejatinya melupakan hanya bisa hilang oleh kematian," demikian Firman Tendry lagi. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya