Ketua DPR RI Marzuki Alie memberikan perlindungan kepada 600 lebih atlet dan oficial Indonesia yang berlaga di SEA Games Myanmar, Desember ini dalam bentuk asuransi. Hal itu dilakukan agar para atlet bisa tampil total tanpa harus mengkawatirkan faktor non teknis.
"Saya hadir di sini bukan atasnama pribadi, tapi sebagai Ketua DPR RI yang sangat mengapresiasi kepada para atlet yang bawa nama bangsa ini. Saya harap ini menjadi inspirasi pihak-pihak lain yang mampu terinspirasi membantu para atlet yang berjuang demi merah putih," ucapnya di tengah perayaan ulang tahun ke-3 Indonesia Olympians Association (IOA) di Jakarta, dua hari lalu (Selasa, 3/12).
Marzuki sendiri tergerak hatinya setelah mendapat laporan dari pengurus IOA yang datang sengaja menemuinya. Saat itu pengurus IOA menceritakan kepada dirinya bahwa para atlet yang tampil di SEA Games
belum mendapatkan perlindungan dalam bentuk asuransi.
belum mendapatkan perlindungan dalam bentuk asuransi.
"Atas dasar informasi itulah dengan niat tulus akhirnya kami membantu para atlet tersebut dengan memberikan bantuan dalam bentuk asuransi atau jaminan untuk atlet dan oficial," ulasnya dalam rilisnya.
Tapi lanjut politisi Partai Demokrat ini, asuransi tersebut hanya diberikan kepada atlet-atlet dan oficial yang bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS)."Kalau pegawai negeri kan sudah otomatis," kilahnya.
Sementara itu Ketua IOA, Anton Suseno menyatakan, IOA siap menjadi motivator bagi atlet-atlet yang akan tampil di SEA Games. Dijelaskan, IOA adalah organisasi nirlaba atau non-profit dari atlet-atlet Indonesia yang pernah tampil di Olimpiade, dari Olimpiade Helsinky 1952 hingga Olimpiade London 2012 yang terbentuk pada 2010 silam.
Selain para atlet Indonesi mantan peserta Olimpiade, hadir Menpora Roy Suryo, Menteri Urusan Peranan Wanita Linda Agum Gumelar serta mantan Ketua KONI Agum Gumelar, Ketua KOI Rita Subowo, Ketua KONI Tono Suratman dan lain-lain.
"Nama-nama seperti Taufik Hidayat, Yayuk Basuki, Richard Sambera bisa memberikan motivasi kepada yuniornya terlebih mereka pernah berjaya di level internasional. Itu bisa menjadi motivasi lebih bagi atlet Indonesia," kata Sekjen IOA, Lukman Niode.
Pada kesempatan itu IOA juga menggaungkan tekad memasukkan olahraga asli Indonesia untuk dipertandingkan di Olimpiade. "Memperjuangkan silat memerlukan perjuangan keras, tapi saya setuju lebih dulu dimasukkan ke Asian Games," usul Agum Gumelar. Pada kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada para mantan atlet Olimpiade dan juga atlet muda berprestasi.
[rus]