Berita

Polri akan Studi Banding ke Amerika atau Arab terkait Jilbab Polwan

KAMIS, 05 DESEMBER 2013 | 11:01 WIB | LAPORAN:

Wakil Kepala Polri Komjen Oegroseno siap menerima kritik karena menandatangani surat telegram rahasia (TR) yang meminta penundaan penggunaan jilbab bagi polisi wanita.

"Kita terima kasih, kritik dari berbagai sudut pandang harus diterima dengan sabar. Sabar itu bagian dari iman," kata Oegroseno saat ditemui di lapangan Baharkam Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/12).

Menurutnya, penundaan izin pemakaian jilbab karena pihaknya masih merumuskan aturan yang baku tentang tata cara berjilbab bagi polwan. Penggunaan jilbab beberapa waktu lalu justru membuat Polwan tampak lain karena jilbab yang dikenakan tidak sesuai dengan seragam anggota Polri. "Sekarang itu kan polisi kayak peragawan atau peragawati," kata Oegroseno.


Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan studi banding ke luar negeri, seperti Amerika Serikat maupun Arab Saudi terkait gaya berjilbab yang cocok bagi Polwan.

"Yang rutin, dengan pihak AS kita ada kerja sama. Apa yang dilakukan profesional kepolisian AS sudah kita laksanakan. Kalau ke AS kita lebih murah. Seperti pakaian pasukan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) itu kan bagus. Mungkin nanti dunia mengenal Polri dengan pakaiannya yang beda," jelasnya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya