Berita

Olahraga

DKI Kembali Anggarkan Dana Hibah Rp 45 M untuk Bodetabek

SELASA, 03 DESEMBER 2013 | 19:12 WIB | LAPORAN:

Dalam Rencana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah (APBD) DKI Tahun 2014, Pemprov DKI kembali mengalokasikan anggaran atau hibah sebesar Rp 45 miliar untuk kota dan kabupaten yang berada di sekitar Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, Sarwo Handayani menjelaskan, dalam RAPBD DKI 2013 telah dialokasikan dana hibah untuk delapan kabupaten dan kota yang berada di sekitar wilayah DKI.

"Dana hibah yang kita berikan kali ini digunakan untuk normalisasi daerah aliran sungai (DAS) di daerah mitra Jakarta, yaitu wilayah Bodetabek," kata wanita yang akrab disapa Yani ini di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).


Delapan wilayah yang mendapatkan bantuan dana tersebut meliputi pemerintah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang Kota, Kota Tangerang Selatan, Depok, kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Dana hibah tersebut juga akan digunakan untuk memperbaiki kondisi daerah aliran sungai (DAS) di wilayah hulu di daerah mitra. Selain itu juga digunakan untuk membeli lahan bangunan yang dibangun di tepi area DAS dan pembuatan daerah resapan biopori di daerah pemukiman serta lain-lain.

Sedangkan untuk tahun 2014 mendatang, dana hibah akan digelontorkan kepada area mitra yang disalurkan melalui Badan Kerja Sama Pemerintah (BKSP) Jabodetabek sebesar Rp 45 miliar. Angka tersebut sama dengan dana hibah mitra di tahun 2011 lalu.

Seperti diketahui, sejak tahun 2010, Pemprov DKI memberikan hibah untuk penanganan banjir di beberapa kabupaten/kotamadya di daerah sekitar Jakarta melalui Badan Kerja Sama Pembangunan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur). Namun, dalam RAPBD 2014 nanti belum tercantum anggaran untuk pembelian lahan di kawasan Depok untuk dijadikan waduk atau embaung.

"Lahan yang akan dijadikan waduk belum diketahui persis dimana lokasinya. Jadi, kita tidak memasukkan anggaran di dalam RAPBD DKI 2014. Soalnya, kalau tetap dimasukkan akan berpotensi menjadi SiLPA atau kelebihan anggaran pada tahun 2014," ujarnya.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya