Juara dunia WBA, Chris John tak memedulikan permasalahan keretakan hubungan Indonesia-Australia jelang pertarungannya melawan juara IBO, Simphiwe Vetyeka di arena Metro City, Perth, Australia Barat, 6 Desember mendatang.
Diketahui keretakan hubungan Indonesia-Australia disebabkan kasus penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia terhadap beberapa pejabat tinggi pemerintahan Indonesia.
Namun, Sang Naga tetap fokus latihan menghadapi laga yang akan digelar tiga hari mendatang tersebut. Padahal, akibat keretakan Indonesia-Australia itu berimbas pada mundurnya sponsor utama Chris Jhon, Golden Eagle Coffee.
Dengan mundurnya pihak sponsor utama, maka Chris John pun terancam kehilangan dana sponsor sebesar 250 ribu Dolar AS atau sekitar Rp 2,9 miliar.
Dikabarkan, dengan mundurnya Golden Eagle Coffee, Chris John kembali membuka penawaran sponsor senilai 100 ribu Dolar AS. Penawaran ini akan ditutup hari ini pukul 12.00 waktu Perth.
“Penyadapan nggak pengaruhlah. Semua di sini baik-baik saja. Kita nggak seperti orang kebakaran jenggot. Chris mikirnya latihan dan bagaimana cara meng-KO lawan,†kata sang asisten pelatih Joey De Richardo dari Australia, saat dihubungi
Rakyat Merdeka, tadi malam.
Malah, kata dia, para petinju di Australia sangat akrab berbaur bersama kubu Chris Jhon di mess. “Sejauh ini saya nggak pernah ngomongin itu dengan teman-teman petinju di Australia.â€
Pada pertandingan nanti, kemungkinan Chris akan menggunakan kostum merah putih dan dipastikan bahwa Chris akan didampingi pelatih utama yakni Craig dan tiga asistennya. Dari pihak keluarga sang istri akan ikut menyaksikan pertarungan Chris.
Joy sangat optimis dengan kemenangan Chris John. Dia memprediksi anak asuhannya itu mampu menumbangkan Vetyeka kurang dari sembilan ronde. “Chris nanti pakai jurus baru, yaitu halilintar memutar bumi.â€
Selain keretakan hubungan Indonesia-Australia, juga santer dikabarkan duel ini terancam batal karena manajer Vetyeka, Lovemore Ndou, mengklaim pertarungan itu direncanakan tanpa sepengetahuan dan persetujuannya.
Mantan juara dunia dua divisi itu mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap petinju dan pihak lain, yakni promotor yang mempromosikan laga tersebut.
Dua tahun lalu, Vetyeka melakukan kesepakatan dengan Ndou. Dan dalam isi kontraknya disebutkan jika Vetyeka berhasil merebut sabuk juara dunia, maka kontrak otomatis diperpanjang selama dua tahun. Seperti diketahui, Vetyeka sukses menjadi juara dunia kelas bulu IBO, menyusul kemenangan atas Daud Yordan pada April lalu.
Ndou pun mengimbau promotor pertarungan (Dragon Fire Promotion), dan kedua badan tinju yang terlibat yakni WBA dan IBO untuk membatalkan pertarungan antara ‘The Dragon’ dengan Vetyeka tanpa persetujuan tertulisnya atau akan menghadapi risiko gugatan hukum.
“Kegagalan mencapai kesepakatan dalam batas waktu yang ditentukan, akan membuat saya memilih pilihan lain selain menegakkan hak eksklusif saya dan mendapatkan putusan sela menahan Simphiwe Vetyeka dari pertarungan Jumat (6/121) mendatang,†katanya. ***