Berita

Ratifikasi FCTC Lonceng Kematian Petani

KAMIS, 28 NOVEMBER 2013 | 21:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak sepakat dengan penandatanganan ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC ) yang diusulkan untuk dijadikan Undang-Undang. Sebab menurut Ganjar, hal itu justru akan semakin merugikan para petani.

"Saya melihat lonceng kematian saja. Kalau kemudian diratifikasi dan cengkeh tidak boleh masuk maka kretek kita musnah. Kalo kretek musnah turunannya adalah itu seluruh buruh linting habis," katanya di Jakarta (Kamis, 28/11).

Menurut Ganjar, jika ratifikasi disepakati maka hal itu akan semakin merugikan para petani cengkeh dan tembakau. Indonesia tukasnya, harus melihat beberapa negara lain jika hendak menyepakati hal itu. Dia menyarankan, Indonesia melihat Cina, Amerika Serikat, Zimbabwe, serta Brasil sebelum menandatangani ratifikasi itu. Sebab, kata Ganjar, negara-negara itu adalah pesaing Indonesia di sektor industri rokok atau tembakau.


"Ketika ratifikasi apakah mereka membuat aturan turunan tidak? Kita tengok dulu. Karena mereka menjadi kompetitor kita. Karena begitu kita meratifikasi dan mereka meratifikasi kita kena masalah. Kita tunggu apa yang akan dimainkan mereka," ungkapnya.

Menteri Kesehatan sendiri terlihat bersikukun mendorong menandatanganan ratifikasi FCTC. Namun menurut Ganjar hal itu belum cukup. Sebab industri rokok melibatkan beberapa kementerian, bukan hanya Kementerian Kesehatan.

"Menkes kan salah satu komponen. Mendag, Menidustri, Mentan, kalau mereka sudah sepakat maka presiden juga sepakat. Kalau itu sudah sepakat maka kita akan melihat kondisi di sini," tutup Ganjar.

Sementara itu, masuknya RUU Pertembakauan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2013 mendapat kontroversi karena pada saat diajukan dalam rapat paripurna bulan Desember 2012, sejumlah anggota DPR justru memprotes RUU itu. Menanggapi hal itu, Baleg berdalih bahwa pihaknya sudah mengonsultasikannya dengan Kementerian Hukum dan HAM.

Kritikan dilontarkan anggota Fraksi Partai Gerindra, Sumarjati Arjoso yang mempertanyakan alasan masuknya RUU Pertembakauan. Sumarjati berpandangan bahwa argumentasi untuk melindungi petani tembakau dianggap hanyalah
"formalitas".

Wakil Ketua Baleg Sunardi Ayub menerangkan bahwa saat ini pihaknya telah memegang lima draf RUU Pertembakauan yang berasal dari para orang berkepentingan. Dirinya memastikan Baleg masih menyusun kerangka hal-hal substansial apa yang akan dibahas. Lebih jauh ia meyakinkan Baleg belum akan menyentuh substansi. Pembahasan saat ini ujarnya baru sebatas penentuan judul RUU karena nama RUU Pertembakauan dianggap terlalu luas dan tidak mencerminkan semangat dan tujuan. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya