Berita

DR. Rizal Ramli/net

Ketua Kadin: Indonesia Terancam Perubahan Lampu dari Kuning Menjadi Merah

KAMIS, 28 NOVEMBER 2013 | 01:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia sedang berada di persimpangan jalan, dan kini menghadapi situasi lampu kuning. Bila tidak mampu menghadapi situasi ini, maka Indonesia akan terperosok dan lampu kuning akan berubah menjadi lampu merah.

"Kalau ini yang terjadi Indonesia akan set back ke belakang," ujar Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DR. Rizal Ramli ketika berbicara di depan peserta simposium internasional bertema Masyarakat Ekonomi ASEAN di Universitas Thammasat di Bangkok, Rabu sore (27/11).

Sampai sekitar 1,5 tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen dan dianggap sebagai prestasi besar di saat banyak negara justru mengalami krisis.


Tetapi, menurut mantan Menko Perekonomian itu, pertumbuhan ekonomi tersebut lebih disebabkan oleh dua faktor eksternal yang tidak mencerminkan kemampuan pemerintah mengelola potensi ekonomi nasional.

Pertama, harga komoditas yang tinggi selama satu dekade karena dua negara besar di Asia, yakni China dan India, membutuhkan pasokan komoditas dari Indonesia.

Kedua, berupa arus kapital yang masuk ke pasar uang dan pasar modal. Ini terjadi karena return yang diperoleh di negara maju tidak sebagus di Indoneisa.

Sejak 1,5 tahun lalu perekonomian China dan India mengalami pelambanan. Ini berarti permintaan komoditas dari Indonesia dari kedua negara ini pun mengalami penurunan dan pada gilirannya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Uang yang tadinya masuk pun mulai pulang ke kandang, kembali ke Eropa atau Amerika karena tingkat suku bunga membaik," sambung Rizal Ramli sambil mengatakan bahwa inilah yang disebut dengan external driven growth atau pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh faktor-faktor luar.

Kondisi ini berbeda dengan yang dialami China dan India, juga Brazil. Pertumbuhan ekonomi ketiga negara itu ditopang oleh ekspor.

Rizal Ramli juga mengatakan bahwa saat ini ada empat defisit yang terjadi bersamaan dan membuat pekerjaan rumah pemerintah semakin berat.

"Kelihatannya pemerintah tidak memiliki kemampuan menyelesaikan masalah ini. Banyak menteri yang tidak memiliki kemampuan. Saya hanya berharap pemerintah mendatang mengerti masalah ini," demikian kata Rizal Ramli lagi. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya