Berita

Felipe Massa

Olahraga

Massa Merasa Dizalimi

Sesi Pamungkas Formula One Brasil
SELASA, 26 NOVEMBER 2013 | 09:57 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pupus sudah impian Felipe Massa memberikan kenangan manis di akhir balapannya bersama Ferarri. Tragisnya, hal itu terjadi di kandangnya sendiri, GP di Sirkuit Interlagos, Sao Paulo, Brasil.

Saat itu Massa divonis bersalah memotong garis putih saat memasuki pit-lane. Tim race stewards memberikan penalti lantaran Massa berusaha melewati Lewis Hamilton dengan melewati batas trek.

“Kami yakin Massa berusaha menyalip Mercedes itu dari sisi dalam dan mobilnya dengan melintasi garis masuk pit-lane,” jelas salah seorang crew Stewards GP Brasil dikutip Planet-F1.


Massa tak terima atas putusan itu karena dianggap tak masuk akal. “Saya bukanlah satu-satunya yang melintasi garis. Lalu kenapa hanya saya yang dikenai hukuman itu,” kecam Massa.

Diungkapkan Massa, jet darat yang dikemudikannya berjalan sesuai dengan track yang disediakan. Dia pun tak merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya. Massa justru menyalahkan race stewards yang keliru memberikannya penalti.

“Saya tak melakukan kesalahan apapun. Tapi saya dianggap melewati garis. Mereka (race stewards) melakukan sesuatu yang keliru.”

Kendati demikian, setidaknya Massa mampu menyelesaikan lomba dini hari tadi di tempat ketujuh. Bagaimanapun hasilnya, hanya itu yang bisa dipersembahkannya sebagai kontribusi terakhirnya untuk tim kuda jingkrak, sebelum kokpitnya digantikan Kimi Raikkonen musim depan.

“Sangat berat mengucapkan selamat tinggal tapi saya sudah siap berpisah dan saya siap merayakannya untuk kali terakhir,” tutup Massa.

Sementara itu pebalap Red Bull, Sebastian Vettel, nampak gembira karena memenangi balapan seri pamungkas Grand Prix (GP) Brasil.

Sedangkan pebalap Australia, Mark Webber memutuskan mundur dari ajang GP F1,  sementara nama-nama lain seperti Nico Hulkenberg, Adrian Sutil, Paul di Resta, Max Chulton, Heikki Kovalainen, Sergio Perez, Esteban Gutierrez, Pastor Maldonando, Charles Pic dan Giedo van der Garde belum memiliki kepastian untuk musim depan.

Pupus sudah impian Felipe Massa memberikan kenangan manis di akhir balapannya bersama Ferarri. Tragisnya, hal itu terjadi di kandangnya sendiri, GP di Sirkuit Interlagos, Sao Paulo, Brasil.

Saat itu Massa divonis bersalah memotong garis putih saat memasuki pit-lane. Tim race stewards memberikan penalti lantaran Massa berusaha melewati Lewis Hamilton dengan melewati batas trek.

“Kami yakin Massa berusaha menyalip Mercedes itu dari sisi dalam dan mobilnya dengan melintasi garis masuk pit-lane,” jelas salah seorang crew Stewards GP Brasil dikutip Planet-F1.

Massa tak terima atas putusan itu karena dianggap tak masuk akal. “Saya bukanlah satu-satunya yang melintasi garis. Lalu kenapa hanya saya yang dikenai hukuman itu,” kecam Massa.

Diungkapkan Massa, jet darat yang dikemudikannya berjalan sesuai dengan track yang disediakan. Dia pun tak merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya. Massa justru menyalahkan race stewards yang keliru memberikannya penalti.

“Saya tak melakukan kesalahan apapun. Tapi saya dianggap melewati garis. Mereka (race stewards) melakukan sesuatu yang keliru.”

Kendati demikian, setidaknya Massa mampu menyelesaikan lomba dini hari tadi di tempat ketujuh. Bagaimanapun hasilnya, hanya itu yang bisa dipersembahkannya sebagai kontribusi terakhirnya untuk tim kuda jingkrak, sebelum kokpitnya digantikan Kimi Raikkonen musim depan.

“Sangat berat mengucapkan selamat tinggal tapi saya sudah siap berpisah dan saya siap merayakannya untuk kali terakhir,” tutup Massa.

Sementara itu pebalap Red Bull, Sebastian Vettel, nampak gembira karena memenangi balapan seri pamungkas Grand Prix (GP) Brasil.

Sedangkan pebalap Australia, Mark Webber memutuskan mundur dari ajang GP F1,  sementara nama-nama lain seperti Nico Hulkenberg, Adrian Sutil, Paul di Resta, Max Chulton, Heikki Kovalainen, Sergio Perez, Esteban Gutierrez, Pastor Maldonando, Charles Pic dan Giedo van der Garde belum memiliki kepastian untuk musim depan. ***

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

KSP Bocorkan Poin Penting Taklimat Presiden Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:30

Pembangunan Huntara Ditarget Rampung Seluruhnya Sebelum Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:25

Rancangan Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme Tuai Kritik

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:23

Safari Ramadan di Tujuh Provinsi, PTPN IV Bahagiakan Anak Yatim

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:01

Pengemis Musiman Eksploitasi Anak Kembali Marak Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:00

Ketua Bawaslu Ungkap Kelemahan Norma Penanganan Pelanggaran Pemilu

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:59

Bukan Teladan, Pimpinan DPD Kompak Belum Lapor LHKPN

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:44

Gibran Silaturahmi ke Habib Ali Kwitang Jelang Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:31

Guru Honorer Layak Dapat THR

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:22

Ramadan jadi Momentum Edukasi Penggunaan Air dengan Bijak

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:17

Selengkapnya