Berita

Muhammad

Wawancara

WAWANCARA

Muhammad: Kalau Mau Disuap Lagi, Tentu Saya Kumpulin Bukti-buktinya

SELASA, 26 NOVEMBER 2013 | 09:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

“Ini sebagai pengalaman saja. Saya tidak bisa laporkan KPK karena tidak ada bukti. Tapi itu benar terjadi,” kata Ketua Bawaslu, Muhammad, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sebelumnya Muhammad meng-aku pernah didekati oknum yang mengaku diutus pimpinan parpol. Itu terjadi beberapa saat setelah dilantik menjadi Ketua Bawaslu.
Oknum parpol itu menawarkan satu unit mobil Toyota Camry dengan dalih sebagai bentuk penghargaan dari parpol tersebut. Tapi Muhammad menolak.

Muhammad selanjutnya berharap agar masyarakat, caleg atau pimpinan parpol tidak melakukan penyuapan kepada penyelenggara pemilu.  

Muhammad selanjutnya berharap agar masyarakat, caleg atau pimpinan parpol tidak melakukan penyuapan kepada penyelenggara pemilu.  
Berikut kutipan selengkapnya:

Kapan percobaan suap itu?
Waktu awal-awal saya menjadi Ketua Bawaslu. Itu sudah lama sekali.  Untung saat itu saya kuat iman, he..he..he...

Ini sebagai pesan kepada penyelenggara pemilu, terutama Panwaslu di daerah berpotensi digoda. Saya sebagai Ketua Bawaslu saja digoda, apalagi personel di bawah.

Kenapa tidak dilaporkan ke KPK?
Kalau dibongkar ke KPK tanpa ada bukti yang kuat, nanti bisa menjadi fitnah. Lagi pula orang itu sudah berjanji untuk tidak mengulangi hal ini lagi.

Anda bisa dinilai melindungi penyuap kalau tidak melapor ke KPK, ini bagaimana?
Saya masih bisa tunjuk hidungnya siapa yang mau menyuap itu. Tapi saya tidak punya rekaman saat dia datang untuk berikan mobil itu. Ini jadi pelajaran. Kalau saya mau disuap lagi, tentu saya kumpulin bukti-buktinya.

Kepentingannya apa waktu itu?
Saya tidak tahu juga karena sudah langsung saya tolak.

Upaya penyuapan ini bakal terus terjadi, ini bagaimana?
Kami minta seluruh parpol peserta pemilu agar berkompetisi dengan fair dan jujur. Tolong bantu kami dengan  tidak menggoda.

Apa Anda bisa jamin Panwaslu di daerah tahan godaan?
Memang tidak bisa kami garansi hal itu. Jumlah personel kami kan begitu banyak, begitu juga calegnya. Kami ini mengelola kepentingan publik yang begitu besar. Itu cukup sulit. Tapi yakinlah, kami berupaya terus untuk kuat godaan. Makanya kami meminta bantuan kepada masyarakat dan parpol untuk bersama-sama mengawasi pemilu.

Apa yang bisa dilakukan masyarakat?

Mengawasi proses pemilu, termasuk mengawasi Panwaslu. Kalau ada yang terindikasi tidak netral, laporkan ke kami untuk bisa diproses.

Banyak yang dilaporkan ke Panwaslu, tapi tindak lanjutnya diragukan, ini bagaimana?
Saat ini kan kondisinya dan perangkatnya sudah jauh berbeda dengan lima tahun lalu.

Ah, bedanya di mana?
Sekarang kan sudah jelas. Mengenai pelanggaran etik penyelenggara pemilu, baik KPU atau Panwaslu akan ditangani Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu  (DKPP). Kalau mengenai profesionalisme kerja penyelenggara pemilu, ya ke Bawaslu.

Apa Bawaslu berani menindak caleg atau parpol yang nakal?
Itu saya pastikan berani menindak. Sebab, komitmen kami ingin mengawasi secara galak untuk memastikan siapa pemilik suara yang sah dan menindak caleg yang nakal dengan mencuri suara.

Bagaimana kalau caleg bermain dengan Panwaslu?
Makanya proses pembinaan dan bimbingan teknis yang kami lakukan selalu dengan cara berkesinambungan. Memang namanya wasit pemilu itu harus lebih mengerti aturan pemilu dari pada peserta. Dan yang utama adalah tidak mudah digoda peserta pemilu.

Caranya bagaimana?
Kami akan kawal terus dengan melakukan koordinasi yang intensif antara Bawaslu dan Panwaslu, termasuk dengan parpol.
   
Godaan semakin banyak menjelang pemilu, bagaimana menyikapinya?
Memang faktanya demikian. Menjelang penyelenggaraan Pemilu 2014 makin berpotensi penyelenggara pemilu digoda. Maka harus kuat dari godaan. Tapi dengan dukungan masyarakat dan parpol, kami harapkan tidak melakukan godaan kepada kami.

Mengenai kesiapan Panwaslu hadapi pemilu, bagaimana?
Kami sedang melakukan kerja sama dengan KPU mengenai daftar pemilih. Konsen kami ke situ dulu sambil menyiapkan pengawasan tahapan logistik yang sudah dimulai distribusinya ke daerah. Selain itu, kami sudah coba memastikan tahapan pemilu itu sudah siap dan benar. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya