Berita

ilustrasi/net

Belalang Serang Benih Padi Petani

JUMAT, 22 NOVEMBER 2013 | 10:54 WIB | LAPORAN:

. Benih padi petani di Banyumas, Jawa Tengah rusak oleh serangan hama belalang. Mereka terpaksa menebar benih berkali-kali.
 
Kawanan hama belalang ini memakan daun dan batang benih padi muda hingga pangkal. Akibatnya bulir benih membusuk.
 
"Padahal sudah disemprot menggunakan insektisida. Tapi belalang tetap menyerang," kata seorang petani di Karangreja Kecamatan Lumbir, Suwarto, Jumat (22/11).
 

 
Suwarto mengatakan beberapa rekannya bahkan rela menunggui dederan benih untuk menghalau belalang. Namun kawanan belalang akan kembali ke tempat pendederan benih begitu ditinggal.
 
"Saya sudah menyemprotkan insektisida dua hari sekali. Tapi pertumbuhannya tetap terganggu," katanya.
 
Benih padi yang ditebar Suwarto saat ini sudah berumur 17 hari. Pada umur tersebut biasanya tinggi benih mencapai 20 centimeter atau lebih. Namun karena ujungnya selalu dimakan belalang saat ini hanya bertinggi 15 centimeter.
 
"Ini masih beruntung. Banyak yang terpaksa menebar ulang," ujarnya.
 
Beberapa petani sebenarnya sudah diimbau untuk menggunakan racun serangga sistemik yang ditebar di pendederan benih. Namun banyak petani menolak. Sebab racun sistemik ini juga membunuh hewan lain yang sebenarnya bukan pengganggu.
 
"Kalau menggunakan racun sistemik belut ikut mati. Begitu pun dengan cacing, katak, ikan kecil danlainnya turut mati. Kami berusaha menghindari penggunaan racun jenis ini," tukas petani lainnya, Rosadi.
 
Rosadi mengatakan banyak petani yang justru menggunakan penangkal belalang alami. Seperti memanfaatkan daun sirsak dan daun sengon. Dedaunan ini ditumbuk kemudian ditebarkan ke lahan pendederan. Dengan cara ini terbukti serangan belalang berkurang. [ysa]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya