Berita

Cho Taiyoung/rmol

Dunia

Jubir Kemlu Korsel: Indonesia Perlu Merayu Korut agar Hentikan Program Senjata Nuklir

SELASA, 19 NOVEMBER 2013 | 18:07 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pemerintah Indonesia dinilai memiliki kemampuan memainkan peranan kunci untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah merayu pemerintah Korea Utara menghentikan program senjata nuklir yang tidak hanya mengancam keamanan Semenanjung Korea, tetapi juga membahayakan keamanan dunia umumnya.

Demikian disampaikan Jurubicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Cho Taiyoung, ketika berdialog dengan delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Seoul, Selasa petang (19/11).

"Saya percaya Indonesia dapat berperan dan berbicara kepada pihak Korea Utara bahwa pengembangan senjata nuklir tidak begitu penting," ujar Cho Taiyoung.


"Lebih baik (Korut) menangani krisis pangan yang sedang terjadi," sambungnya.

Dia menekankan bahwa penghentian program pengembangan senjata nuklir Korea Utara juga merupakan kepentingan seluruh negara di dunia.

"Indonesia harus bisa membantu Korea Utara membuat pilihan yang benar," kata dia lagi.

Cho Taiyoung juga mengatakan bahwa latihan militer yang mereka lakukan dengan Amerika Selatan didasarkan pada kepentingan mempertahankan diri karena pernah beberapa kali diserang Korea Utara. [guh]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya