Berita

wilfrida soik/net

Politik

Pengacara Sewaan Prabowo Yakin Wilfrida Tak Dihukum Mati

MINGGU, 17 NOVEMBER 2013 | 19:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sidang lanjutan  kasus Wilfrida Soik kembali digelar di Mahkamah Tinggi Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, Minggu (17/11). TKW asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu dituntut vonis mati atas perkara pembunuhan majikannya.

Dalam sidang yang berlangsung selama 20 menit itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Wilfrida, Tan Sri Moh Shafee menjelaskan kepada majelis hakim bahwa berdasarkan penelitian medis yakni pemeriksaan umur berdasarkan tulang, Wilfrida berusia kurang dari 18 tahun pada saat tragedi pembunuhan terjadi.

"Tim kuasa hukum membacakan hasil patologis forensik bahwa Wilfrida berada di usia 16 sampai dengan 18 tahun saat kejadian," kata Wakil Sekjen Partai Gerindra, Sudaryono yang ikut mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam sidang Wilfrida.


Dengan bukti tersebut, jelas Sudaryono,  Tan Sri Moh Shafee yang disewa Prabowo berharap majelis persidangan tidak menjatuhkan hukuman mati kepada Wilfrida. Sebab UU di Malaysia mengatur bahwa anak yang berada di bawa umur dilindungi oleh UU Perlindungan anak dan tidak dapat diberikan hukuman mati.

"Oleh karena itu kuasa hukum memberikan rekomendasi dan pembelaan kepada Hakim bahwa saat kejadian, terdakwa Wilfrida masih di bawah umur dewasa di Malaysia, dan oleh karena itu dasar hukum yang diseharusnya dipakai," ungkapnya.

Sudaryono menjelaskan, Tan Sri Moh Shafee berhasil meyakinkan pengadilan dengan penjelasan dan bukti yang diberikan tersebut. Sehingga, tim pengacara yakin bahwa Wilfrida tidak akan dihukum mati jika dasar hukumnya adalah dasar hukum perlindungan anak.

"Kalau dasar hukum perlindungan anak yang dipakai, saya yakin Wilfrida tidak akan dihukum mati, kita berdoa," Tegas Tan Sri seperti yang ditirukan Sudaryono, seperti dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Media Center Prabowo Subianto.

Sidang kasus Wilfrida ditunda sampai 29 Desember 2013 dengan agenda sidang lanjutan pemeriksaan hasil tes psikologi Wilfrida.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya