Wakil Gubernur Basuki T Purnama mempersilakan 35 pelajar SMA Negeri 46 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang di-drop out (DO), melapor ke Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak. Kata Basuki, pihaknya tetap berpegang pada keputusan pihak sekolah.
"Silakan lapor Komnas Anak," tantang Basuki di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).
Menurut Ahok, sapaan Basuki, tindakan para pelajar membajak metromini sudah di luar batas toleransi sehingga perlu diambil tindakan tegas. Salah satunya dengan dipindahkan ke sekolah lain. Jika masih saja protes, Ahok meminta agar pelajar bersangkutan tidak dinaikkan kelas atau di-DO sekalian. Â
"Pertama dikasih boleh lah. Kedua masih diulangi lagi, kamu sudah bukan anak pelajar, kamu calon bajingan," geram Ahok.
APBD DKI terbatas untuk mensubsidi sekolah negeri sehingga menurut Ahok, sangat disayangkan terbuang percuma hanya untuk menyekolahkan pelajar nakal dan sok-sokan. Sementara, banyak pelajar miskin terpaksa sekolah di swasta yang murah dan jelek.
"Jadi kalau pendidikan buat anak yang sok-sokan, gaya mau berantem, ya pecat saja," cetusnya lagi.
Ahok juga membeberkan bahwa dirinya menerima pesan singkat dari salah satu oang tua pelajar yang di-DO dari sekolahnya.
"Ada orang tua SMS saya. Dia protes bilang bapak kejam pecat anak saya. Saya balas saja, ya lu lebih kejam nggak awasin anak," ulasnya.
[wid]