Petenis nomor dua dunia Novak Djokovic akhirnya sukses menumpas petenis Argentina Juan Del Potro di final Shanghai Masters 2013.
Djoker menyudahi permainan Del Potro setelah melalui pertarungan tiga set 6-1, 3-6, dan 7-6(3) di di Qizhong Forest Sports City Arena, kemarin.
Di set pertama Djokovic mampu unggul 5-0 dan akhirnya menang 6-1.
Del Potro bangkit dan membalas dengan memberikan perlawanan di set kedua.
Hasilnya, dia sempat memimpin 3-0, dan diperkecil menjadi 3-5. Di game kesembilan Del Potro menuntaskan set ini dengan kemenangan 6-3.
Namun di set penentuan, kedua petenis sama-sama ngotot mengincar kemenangan dan saling kejar-mengejar skor. Kesalahan Djokovic saat melakukan serve di game ke-12 membuat laga harus berlanjut ke tie break. Untuk kemudian Djokovic menang 7-3 (7-6).
Bagi Djokovic, gelar titel masters ini merupakan kedua kalinya setelah kehilangan peringkat satu dunia yang direbut Rafael Nadal.
Kekalahan Del Potro bagi para pendukungnya tentu sangat menyakitkan. Sebab, saat menghadapi Nadal di babak semifinal, penampilannya sangat luar biasa.
Dia sanggup membuat petenis peringkat nomor satu dunia itu bertekuk lutut dua set langsung 6-2-, 6-4.
Kini Del Potro harus legowo mengubur impiannya bisa menyebet gelar jawara dan mengantongi hadiah uang sebesar 730 ribu Dolar AS dari turnamen tersebut.
Meski begitu, dia dipastikan tampil di ajang Final ATP dan layak disejajarkan dengan kepopuleran dari Nadal, Djokovic, dan David Ferrer.
Federer Resmi Pecat PelatihnyaNasib naas harus diterima Pail Annacone. Dia resmi dipecat sebagai pelatih Roger Federer. Keputusan ini diambil menyusul tersingkirnya Federer di Shanghai Masters 2013 atas petenis Perancis Gael Monfils di babak ketiga, Kamis lalu.
Pada situs resmi Federer mengungkapkan, alasan pemecatan ini didasarkan keinginan bersama mereka untuk menatap masa depan yang lebih baik.
“Setelah menjalani kerja sama selama 3,5 tahun, Paul dan saya memutuskan menjalani babak baru dalam kehidupan profesional kami masing-masing.â€
Sepanjang tahun ini kiprah Federer memang kurang memuaskan. Ia tak mencapai final di Grand Slam. Keganasannya tak lagi seperti ketika ia rangkai 17 gelar Grand Slam sejak 2002. Pada 2013, ia cuma jadi juara di Halle. Posisinya melorot ke urutan 7 ATP. Meski demikian Federer tidak terkejut. “Saya mengakui tidak sukses dalam banyak pertandingan dan turnamen yang saya mainkan.†***