Indonesia telah mengamankan dua tiket perempatfinal tunggal putra dan putri di Korea Open Grand Prix Gold 2013. Kepastian ini diperoleh usai Simon Santoso dan Hera Desi Ana Rachmawati mengalahkan lawan-lawannya di babak ketiga.
Simon sukses menyingkirkan wakil tuan rumah Lee Dong Keun dengan permainan straight game, 21-19, 21-13. Pemain didikan klub Tangkas Specs ini pantas bahagia, karena pada pertemuan sebelumnya di turnamen New Zealand Open Grand Prix 2013, dia dikalahkan Lee. “Saya senang bisa membalas kekalahan pada pertemuan sebelumnya,†ujar dikutip situs resmi PBSI, kemarin.
Kemenangan Simon disambut gembira oleh sang pelatih, Marlev Mainaky karena bermain sesuai harapannya. Simon sukses mengubur harapan Lee mempertahankan gelar yang diraihnya di kandang tahun lalu.
Menurutnya, secara teknik permainan juara Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 itu lebih unggul. Sedangkan Lee hanya sering mengandalkan smash keras.
“Skill Simon lebih lengkap, dia bisa mematikan lawan lewat smash, chop, dan drop shot. Kalau Lee pukulannya sudah terbaca semua oleh Simon.â€
Selanjutnya di babak perempatfinal Simon akan menjadi lawan Lee Hyun Il, pemain gaek asal Korea. Skor pertemuan sementara diungguli Lee dengan kedudukan 4-1.
Marlev mewanti-wanti agar Simon mewaspadai permainan Hyun Il yang rapi dan jarang melakukan kesalahan sendiri.
“Mereka sama-sama pemain berpengalaman. Yang paling penting pada pertandingan besok Simon harus yakin dan siap bermain ketat,†tegas Marlev.
Sedangkan Hera Desi Ana Rachmawati akan menjadi wakil tunggal putri Garuda menghadapi unggulan dua tuan rumah, Bae Yeon Ju di partai perempatfinal di Stadion Jeonju Indoor Badminton Court, hari ini.
Keberhasilan Hera itu diraih setelah unggulan keenam ini sukses menyingkirkan wakil Jepang, Sayaka Sato dalam dua game langsung, 21-19, 21-18.
“Sebelumnya saya sudah pernah bertemu dengan Sayaka, jadi tahu permainan dia seperti apa. Walaupun habis cedera, dia masih punya serangan cepat.â€
Kemenangan Hera atas Sayaka sekaligus membayar kekalahannya pada Bankaltim Indonesia Open Grand Prix Gold 2011 di Samarinda. Saat itu Hera kalah, 16-21, 14-21.
Dengan kemenangan itu pemain asal klub Mutiara Cardinal Bandung ini menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang lolos ke babak delapan besar.
Untuk diketahui pada partai perebutan tiket ke semifinal ini akan menjadi pertemuan kedua bagi Hera dan Bae. Pada turnamen Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013, Hera takluk di tangan Bae dengan skor 11-21, 21-13, 17-21.
“Lawan lebih diunggulkan. Tapi saya akan main nothing to lose saja. Yang paling penting saya siap dan konsentrasi, tetapi tetap rileks,†ujar Hera. [Harian Rakyat Merdeka]