Berita

Dino Patti Djalal

Wawancara

WAWANCARA

Dino Patti Djalal: Peluang Semua Peserta Sama, Tak Ada Yang Dianakemaskan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2013 | 09:47 WIB

Kementerian Luar Negeri sudah mengabulkan pengunduran diri Dino Patti Djalal sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).

“Dua bulan yang lalu saya mengajukan suratnya kepada Presiden. Belum lama ini  sudah disetujui Kementerian Luar Negeri,” kata peserta konvensi capres Partai Demokrat, Dino Patti Djalal, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurut  Dino,  akhir Desember 2013 proses ini diperkirakan rampung, sehingga dirinya bisa konsentrasi menghadapi konvensi capres Partai Demokrat.


“Saya kan harus mempersiapkan berbagai hal, seperti anak-anak yang sekolah, pekerjaan yang masih belum selesai, dan lain-lain,” ucapnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Masa tugas Anda sampai 2014, kenapa mundur?
Keputusan saya sudah bulat ikut konvensi capres Partai Demokrat. Maka konsekuensinya harus mundur.

Kenapa nggak maju dalam  Pilpres 2019 saja?
Bisa saja memang. Tapi menurut saya, sekarang adalah masa penting. Sebab, 2014 itu Indonesia harus menghadapi regenerasi politik. Saya merasa terpanggil oleh sejarah.

Saya sudah mengabdi 27 tahun sebagai PNS dan sudah saatnya terjun langsung.

Saat ini citra Partai Demokrat sedang terpuruk, Anda tidak khawatir?
Saya tahu. Tapi yang saya lihat itu kan konvensinya, yang menurut saya kredibel.

Semua yang ikut tokoh-tokoh yang bagus. Semua punya peluang yang sama dan nggak ada yang dianakemaskan. Saya yakin konvensi ini bisa menelurkan pemimpin berkualitas. Makanya saya maju terus.

Bukankah pamor konvensi juga sedang redup, apa Anda tidak menyesal mundur sebagai Dubes AS?
Tidak. Keputusan saya kan sudah bulat. Terkait popularitas konvensi, saya rasa tidak ada masalah. Kan tidak mungkin konvensi selalu berada dalam sorotan media dan masyarakat. Konvensi ini kan jangka waktunya lumayan panjang, sampai April 2014.

Yang penting masyarakat tahu bahwa proses konvensi terus berlanjut.

Apa konvensi redup karena para kandidat mau tiket capresnya saja, tapi kurang mempromosikan Demokrat?
Bisa jadi. Memang daya tarik konvensi ini tergantung kepada ide, gagasan, dan kualitas yang ditunjukkan oleh para capresnya. Kalau pesertanya sudah berbobot, otomatis masyarakat akan tertarik.

Tapi perlu saya tegaskan, sangat wajar kalau saat ini konvensi kurang mendapat perhatian. Kan tidak bisa terus ada di spotlight. Sebentar lagi juga jadi menarik kok.

Mulai Januari kan para peserta akan mulai naik ke gigi 2, 3 dan seterusnya.

Oh ya, bagaimana perkembangan isu penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat?

Masih diproses. Kan kemarin Kemlu sudah mengajukan protes. Kami tinggal menunggu jawaban mereka.

Pantas nggak sih AS melakukan penyadapan seperti itu?
Sebagai birokrat saya katakan, kita memang harus berpikir bahwa kita akan disadap oleh berbagai negara. Memang dunia seperti itu. Praktek penyadapan oleh intelijen terus berlangsung.

Hanya saja kepada negara sahabat, seharusnya ada etika. Kalau mengundang ke sebuah acara, janganlah kita disadap.

Apa yang harus dilakukan Indonesia kepada Amerika?

Menunggu dulu penjelasan dari mereka. Langkah Kementerian Luar Negeri yang langsung mengadakan protes sudah tepat.
 
Mereka langsung berjanji akan menjelaskan. Sekarang kita tunggu saja bagaimana hasilnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya