Berita

Bagir Manan/net

BALI MEDIA FORUM

Bagir Manan: Media yang Dimiliki Pimpinan Partai Politik Mengkhawatirkan

RABU, 06 NOVEMBER 2013 | 10:55 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Salah satu hal yang patut dicermati menjelang pemilihan umum tahun depan adalah independensi media massa yang dimiliki oleh pemimpin partai politik.

Kekhawatiran ini disampaikan Ketua Dewan Pers Bagir Manan ketika membuka Bali Media Forum di Melia Bali Hotel, Nusa Dua, Rabu pagi (7/11).

"Sekarang kita sibuk menghadapi Pemilu 2014, dan kita mengkhawatirkan media massa seperti itu (yang dimiliki pemimpin partai politik)," ujarnya.


Bali Media Forum ke-5 yang digelar Dewan Pers bersama Thomson Foundation ini mengambil tema "Etika, Jurnalisme dan Demokrasi: Menghilangkan Kebencian dari Media dan Politik". Puluhan peserta dari sekiatr 26 negara menghadiri konferensi yang digelar bersamaan dengan Bali Demokrasi Forum itu.

Bagir Manan mengatakan bahwa independensi media massa dalam pemilihan umum adalah satu dari sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat secara umum akhir-akhir ini.

Persoalan lain yang juga tak kalah penting adalah intoleransi dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas baik yang berlatar belakang etnisitas maupun agama.

"Di satu sisi kita melihat pembangunan demokrasi yang pesat dan perlindungan terhadap HAM. Tetapi di sisi lain kita masih menemukan intoleransi dan diskriminasi, juga pernyataan-pernyataan yang berisi kebencian," ujar Bagir Manan.

Bagir Manan juga mengatakan ada perubahan yang penting untuk dicermati dari praktik intoleransi dan diskriminasi ini. Biasanya, intoleransi dan diskriminasi dilakukan oleh kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas.

Namun belakangan, kedua fenomena itu juga terjadi di kalangan kelompok minoritas.

Di Indonesia, contohnya, intoleransi dan diskriminasi tidak dilakukan oleh kelompok mayoritas. Melainkan dilakukan oleh kelompok kecil radikal terhadap kelompok minoritas lain yang dianggap memiliki perbedaan. [guh]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya