Berita

Dunia

Nyapres Lagi di 2014, Presiden Brazil Percepat Pembangunan

MINGGU, 03 NOVEMBER 2013 | 12:15 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Di tengah maraknya aksi demonstrasi yang menuntut pengunduran dirinya, presiden ini tetap nekat mencalonkan diri lagi pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Guna menarik simpati, Presiden Brazil kian melakukan pencitraan setahun sebelum perang politik itu terjadi yakni dengan cara mempercepat proyek pembangunan.
Dilma Rousseff pada Sabtu (2/11) mendesak para menteri kabinetnya untuk mempercepat infrastruktur utama dan proyek pelayanan publik.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Presiden Gleisi Hoffmann dalam konferensi persnya bahwa Rousseff, yang bertemu dengan 15 menteri kabinet di ibukota, meminta mereka untuk menepati penyelesaian proyek yang diberikannya.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Presiden Gleisi Hoffmann dalam konferensi persnya bahwa Rousseff, yang bertemu dengan 15 menteri kabinet di ibukota, meminta mereka untuk menepati penyelesaian proyek yang diberikannya.

Beberapa proyek di antaranya meliputi pusat kesehatan di daerah perkotaan dan program rumah bersubsidi di pedesaan. Dalam beberapa bulan terakhir, rakyat Brazil terus menyuarakan ketidakpuasan akibat maraknya kasus korupsi, rendahnya kualitas pelayanan publik dan meningkatnya biaya hidup.

Meskipun begitu, dalam jajak pendapat selama tiga minggu terakhir, seperti yang dikabarkan Reuters (Minggu, 3/11), Rousseff diperkirakan akan tetap memenangkan putaran pertama Pemilu 2014 yang rencananya berlangsung pada Oktober mendatang.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya