Berita

anas urbaningrum/net

Hukum

KORUPSI HAMBALANG

Anas Urbaningrum Heran Tri Dianto Diperiksa Terkait Kongres

JUMAT, 01 NOVEMBER 2013 | 17:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku bingung ketika salah satu loyalisnya, Tri Dianto, ikut diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelenggaraan Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010.

Anas awalnya mengira mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap itu diperiksa terkait dugaan gratifikasi Hambalang yang menjerat dirinya sebagai tersangka. Anas melihat tak ada kaitan antara Kongres Demokrat dengan aliran dana Hambalang.

"Saya terus terang heran kok yang ditanya soal Kongres Demokrat," terangnya usai diskusi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di Rumah Pergerakan, Duren Sawit, Jakarta (Jumat, 1/11).


Jika KPK menemukan ada yang dugaan penyelewengan dalam Kongres Demokrat, lanjut Anas, seharusnya yang dipanggil adalah orang-orang yang berkaitan dengan Kongres

Sekilas, pernyataan tersebut sebagai saran kepada KPK untuk memanggil Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro. Pasalnya, SBY adalah penanggung jawab Kongres, sedangkan Ibas adalah Ketua Steering Committee Kongres.

"Saya tidak menyarankan KPK panggil siapa-siapa, tapi harus berlaku adil dan objektif," tegas Anas.

Memang, usai diperiksa KPK kemarin, Tri Dianto, mengatakan, seharusnya penyidik memanggil Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Ia juga meminta KPK memeriksa SBY sebagai penanggung jawab kongres. Dia mengaku tak tahu kaitan aliran dana dari proyek Hambalang dan Kongres Partai Demokrat pada 2010. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya