Berita

ahmad rofiq/net

Hanura: Jangan Sampai Ketum Partai Dipenjara hanya Karena Pelanggaran Kampanye

KAMIS, 31 OKTOBER 2013 | 17:04 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua umum partai politik yang melakukan kampanye terselubung cukup diberikan peringatan keras. Apabila pelanggaran dilakukan kembali, elit partai tersebut bisa dikenakan sanksi yang lebih berat.

Karena kalau ketum partai langsung diganjar masuk penjara dalam kasus yang kecil seperti itu, sama halnya menghukum partai.  

"Karena tidak ada kepemimpinan dalam suatu partai. Itu artinya sama dengan mematikan partai. Dan ini sangat tidak adil. Bagi saya, kasus Bang Yos ini harus menjadi pelajaran bagi para elit. Bahwa perjuangan untuk menuju pada demokrasi yang substantif masih memapaki talan terjal," ujar Sekjen Bappilu Hanura Ahmad Rofiq kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 31/10).


Kemarin, Pengadilan Negeri Semarang memvonis Ketua Umum Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso dengan dua bulan masa percobaan dengan ancaman pidana satu bulan penjara dan denda Rp 1 juta subsidair 15 hari. Dia memang tak akan ditahan. Namun, dia akan masuk penjara bila mengulangi perbuatannya dalam masa dua bulan tersebut.

Vonis itu dijatuhkan karena Bang Yos disebutkan sengaja melakukan kampanye dengan melakukan rapat umum di luar jadwal sebagaimana diatur dalam pasal 276 Undang-Undang No. 8/2012 tentang Pemilu pada acara halal bi halal di Gunungpati, Kota Semarang pada 1 September.

Bang Yos menganggap hukuman tersebut dipaksakan. Alasannya, banyak calon presiden melakukan kampanye di luar jadwal dengan memasang iklan melalui billboard bahkan iklan televisi. 

Menanggapi itu, Rofiq menegaskan, kalau mengucapkan selamat pada hari-hari besar, semua partai bisa memasang iklan karena undang-undang memperbolehkan. "Kalau iklan partai ya pasti nggak boleh. Tapi kalau capres saya lihat nggak ada pelanggaran apa-apa. Karena memang belum diatur oleh undang-undang Pilpres. Jadi Bang Yos juga bisa pasang iklan dimanapun," demikian orang dekat Bos MNC yang juga Cawapres Hanura, Hary Tanoe ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya