Berita

foto: net

Hukum

KPK Jangan Diam, Nyanyian Marzuki Alie Harus Ditindaklanjuti

SENIN, 28 OKTOBER 2013 | 16:26 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus serius menindaklanjuti kesaksian Ketua DPR Marzuki Alie mengenai adanya praktek korupsi dalam rencana proyek pembangunan Gedung Baru DPR.

Pembantalan rencana pembangunan Gedung Baru DPR itu tidak menghilangkan unsur korupsinya atau suap yang sudah terjadi.

"Saya rasa KPK harus serius melakukan penyelidikan atas kesaksian Marzuki Alie terkait rencana proyek pembangunan Gedung Baru DPR," ujarn pengamat politik dari Universitas Indonesia, Maswadi Rauf kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (28/10).


Menurut dia lagi, sekali pun proyek tersebut telah dibatalkan tapi kalau ada unsur suap dan korupsinya, maka tetap hal itu harus diselidiki. Dia menegaskan KPK yang dipimpin Abraham Samad harus menelusuri siapa saja anggota-anggota DPR baik pada periode saat ini ataupun periode lalu yang menerima suap dari perusahaan-perusahaan terutama BUMN Adhi Karya.

Marzuki ujar Maswadi telah mengatakan bahwa dia sudah melapor ke Meneg BUMN saat itu Mustafa Abu Bakar bahwa direksi-direksi BUMN itu sudah menyuap untuk mendapatkan proyek itu dan jumlahnya tidak kecil.

"Apa yang disampaikan Pak Marzuki Alie jangan didiamkan saja kalau KPK serius berantas korupsi," kata Maswadi lagi.

Dia menambahkan untung saja proyek tersebut dibatalkan, kalau tidak kerugian negara akan lebih banyak lagi. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya