Berita

agus santoso/net

Hukum

PPATK: Akil Diduga Bermain dengan Kepala Daerah Sejak 2010

SENIN, 28 OKTOBER 2013 | 12:31 WIB | LAPORAN:

Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) sudah lama menemukan sejumlah transaksi mencurigakan milik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non-aktif, Akil Mochtar.

Bahkan, Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso, menyatakan bahwa sejak tahun 2012 pihaknya telah menyerahkan sejumlah aliran dana kepada KPK terkait aliran beberapa kepala daerah ke rekening Akil Mochtar. Tapi, Agus tak merinci apa latar belakang aliran dana itu. Data yang diserahkan itu diduga transaksi haram Akil Mochtar sejak 2010.

"PPATK itu kan menyadap transaksi keuangannya saja, tapi penyadapan pembicaraan dan yang lainnya itu kewenangan KPK," kata Agus di sela-sela acara Legal Expo 2013 di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Senin (28/10).


Agus juga tak menerangkan calon kepala daerah mana saja yang telah melakukan transaksi dengan Akil Mochtar. Tapi, dari data yang didapatkan bisa diketahui bahwa aliran dana tersebut dikucurkan oleh kepala daerah yang berasal dari luar Jawa.

"Saya cuma tahu ada hubungan transaksi dari beberapa kepala daerah dengan AM. Saya tidak boleh sebut nama. Tapi yang sudah diketahui itu di luar Pulau Jawa," ungkap Agus.

KPK resmi menetapkan Akil Mochtar dan beberapa orang lainnya sebagai tersangka di dua kasus berbeda. Pertama dugaan suap terkait sengketa pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Kasus kedua yakni dugaan suap terkait sengketa pilkada Kabupaten Lebak, Banten. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya