Berita

Dekrit Penyelamatan Bangsa dan Negara Tak Percaya SBY, Lembaga Negara dan Pemilu

SABTU, 26 OKTOBER 2013 | 04:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menyikapi kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin memburuk, Forum Aktivis Gerakan Mahasiswa 77-78 (Forum Gema 77-78) yang terdiri dari mantan pimpinan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia dan pernah ditahan rezim Soeharto, menerbitkan Dekrit Warganegara Untuk Penyelamatan Bangsa dan Negara.

Ada tiga pernyataan sikap dalam dekrit yang juga diserahkan bersama Forum Gema 77-78 bersama Forum Aktivis Lintas Generasi, GERNAS dan Petisi Limapuluh kepada Ketua MPR RI Sidharto Danusubroto pada Jumat (25/10) kemarin itu.

"Kami sebagai warganegara menyatakan, tidak percaya terhadap Presiden dan Wakil Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, akan mampu mengendalikan dan memperbaiki kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang terus memburuk sampai masa jabatannya berakhir pada tahun 2014," begitu isi dekrit yang salinannya diperoleh redaksi, Sabtu dini hari (26/10).


Kedua, dalam dekrit dinyatakan tidak percaya terhadap lembaga-lembaga Negara mampu menjalankan amanat konstitusi, karena lembaga Negara tersebut telah dijadikan ajang dalam menjalankan praktik-praktik korupsi, tindak kriminal, dan pelanggaran hukum lainnya.

Sikap ketiga dalam dekrit yang tertulis atas nama Sukmaji Indro Cahyono dan Syafril Sjofyan itu dinyatakan, bahwa mereka tidak percaya Pemilu 2014 akan berhasil mewujudkan kedaulatan rakyat. Berbagai persoalan yang muncul sejak tahap seleksi partai politik peserta pemilu, pelibatan Lembaga Sandi Negara sampai terjadinya kisruh dalam penetapan daftar pemilih tetap (DPT) merupakan dasar dari ketidakpercayaan tersebut.

"Bertolak dari sikap itu, kami memandang perlu dilakukan langkah-langkah penyelamatan bangsa dan Negara," begitu bagian lain isi dekrit.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya