Berita

ratu atut/net

Keluarga Atut Bisa Dijerat UU Larangan Praktek Monopoli Usaha

JUMAT, 25 OKTOBER 2013 | 13:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bersama keluarganya dinilai bisa dijerat dengan Undang-undang 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Karena keluarga Ratu Atut ditengarai telah memonopoli proyek APBD Banten melalui 12 perusahaan milik keluarganya, termasuk perusahaan yang dimiliki oleh anggota kartel proyek APBD yang dikendalikan Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan.

Demikian disampaikan pegiat anti korupsi Banten yang juga Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtaya Serang, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (Jumat, 25/10).


Menurut Dahnil, praktek monopoli proyek yang dilakukan di Banten berdampak terhadap tidak hadirnya persaingan usaha yang sehat dan ini merugikan pelaku usaha lain.

"Serta yang paling dirugikan tentu adalah pembayar pajak sekaligus pengguna pelayanan publik di Banten. KPK bisa bekerjasama dengan KPPU untuk menemukenali permasalah monopoli dan persaingan usaha tidak sehat ini," demikian Dahnil. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya