Berita

edi hasibuan/net

Hukum

Polri Harus Luruskan Pengaduan Salah Tangkap Pembunuhan Pengamen

SENIN, 21 OKTOBER 2013 | 14:59 WIB | LAPORAN:

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berencana akan menerima korban salah tangkap Fikri dan Andro kasus pembunuhan Dicky Maulana, yang merupakan seorang pengamen 'punk' beberapa bulan lalu di Cipulir, Jakarta Selatan.

Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan menyatakan, pihaknya akan meminta klarifiikasi soal duduk perkara kasus tersebut. Dan Kompolnas juga segera meminta polri terkait salah tangkapnya Fikri dan Andro.

"Kami minta klarifikasi pengaduan tersangka, dan kepada Polri agar didalami pengaduan tersebut untuk pastikan benar tidaknya salah tangkap. Kalau iya, polisi harus luruskan," ungkap Edi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/10).


Edi menegeskan, apabila ada anggota polri yang rekayasa kasus tersebut Kompolnas meminta diberikan sanksi. "Bila terjadi salah tangkap, polisi harus diberikan sanksi tegas," pungkasnya.

Kabar salah tangkap ini terbongkar setelah seorang pengamen bergaya anak punk, IP (18) ditangkap warga Ciledug. IP mengakui dirinya termasuk orang yang bertanggungjawab atas terbunuhnya Dicky Maulana, yang juga seorang pengamen 'punk' beberapa bulan lalu di Cipulir, Jakarta Selatan.

Orangtua Andro, terpidana dalam kasus pembunuhan tersebut, Daswir dan Mirna menginginkan anaknya bebas karena IP mengakui dirinya pelaku pembunuhan. Bukan Andro dan kawan-kawan yang sudah divonis. Mereka datang bersama kuasa hukumnya dari LBH Jakarta.

Sementara itu, IP mengakui bahwa aksi itu telah direncanakan bersama dua orang temannya. IP mengatakan bersama-sama temannya melakukan pembunuhan karena hanya ingin mengambil motor milik korban. Untuk kemudian dijual dan uangnya dibagi-bagi.

Kasus pembunuhan Dicky Maulana terjadi pada Minggu 30 Juni 2013. Dalam kasus itu, 6 terdakwa yang terdiri dari 2 pria dewasa dan 4 bocah di bawah umur diciduk Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Mereka kemudian didakwa dalam berkas terpisah. Satu berkas untuk 2 terdakwa dewasa, yakni Andro Supriyanto alias Andro dan Nurdin Prianto alias Benges. Serta 1 berkas untuk terdakwa berinisial FP (16), F(14), BF (16), dan AP (14).

Bahkan, Selasa 1 Oktober lalu, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan yang diketuai Suhartono sudah menjatuhkan vonis 4 tahun untuk terdakwa FP; 3,5 tahun untuk terdakwa F; serta 3 tahun untuk terdakwa BF dan AP. Keempatnya dinyatakan secara sah terbukti melakukan pembunuhan terhadap Dicky. Sedangkan terdakwa Andro dan Nurdin sampai saat ini belum dijatuhi vonis oleh majelis hakim. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya