Berita

muhammad rahmad/net

M. Rahmad: Saya Tak Pernah Tuduh BIN Culik Prof. Subur Budhisantoso

MINGGU, 20 OKTOBER 2013 | 20:48 WIB | LAPORAN:

Muhammad Rahmad membantah pernah menuduh Badan Intelijen Negara menculik atau menjemput paksa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Profesor Subur Budhisantoso.

Hal itu disampaikan Rahmad terkait isu panas yang beredar bahwa Prof. Subur tidak bisa hadir sebagai pembicara diskusi "Dinasti Politik Vs Meritrokrasi" yang digelar pengurus Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) pada Jumat kemarin, (18/10) karena diciduk BIN.

Namun, Rahmad, yang pada acara itu sebagai moderator, tak menampik menginformasikan kepada peserta diskusi bahwa Gurubesar Antropologi itu batal hadir sebagai pemateri karena dijemput staf BIN. Informasi itu diperoleh Rahmad dari Sri Mulyono, pengurus PPI yang ditugaskan untuk menjemput Prof. Subur.


"Ini perlu saya klarifikasi. Karena keterangan saya cukup jelas. Tidak ada kata menuduh. Itu sifatnya informasi kepada audiens kenapa Profesor Subur tidak hadir," jelas Rahmad dalam jumpa pers di markas PPI yang merupakan kediaman Anas, di kawasan Duren Sawit, Jakarta, Minggu (20/10).

Rahmad menjelaskan, ketika hendak menjemput Subur ke rumahnya, Sri Mulyono mendapat informasi dari ajudan Prof. Subur bahwa yang bersangkutan dijemput staf BIN dan saat itu sudah berada di Kantor BIN. Lalu, Mulyono menuju kantor BIN untuk menjemput Subur.

Setelah sampai di Kantor BIN, Mulyono pun berkomunikasi dengan Prof. Subur. Melalui komunikasi itu disampaikan rencana pertemuan Subur dengan kepala BIN yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB ditunda, karena kepala BIN sedang ada kegiatan penting dengan Presiden.

Karena itu, Subur akhirnya diminta untuk menunggu sampai pukut 13.00 WIB atau setelah salat Jumat. Sebagai moderator Rahmad memberikan penjelasan ketidakhadiran Subur itu berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sri Mulyono. Karena itu, dia menolak dikatakan telah menuduh BIN menculik Subur. Dia tidak pernah mengatakan hal itu, termasuk kata-kata ditangkap, diamankan, diambil paksa, diciduk, dan sejenisnya.

"Berdasarkan klarifikasi ulang dari Mulyono kepada Prof Subur, ternyata beliau datang sendiri ke Kantor BIN atas dasar pertemuan dengan kepala BIN," paparnya. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya