martin hutabarat/net
martin hutabarat/net
Namun, apabila sampai dua pekan ini Presiden belum juga mengeluarkan Perppu tersebut, dan di sisi lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah bertindak jauh menyidik kasus Akil Mochtar, lalu MK pun sudah sedari awal membentuk Majelis Kehormatan penyelidikan internal, maka Perppu itu dianggap tak terlalu mendesak lagi.
"Saya beranggapan tidak terlalu mendesak lagi untuk mengeluarkan Perppu. Saya sarankan agar Presiden membatalkannya. Sebab, syarat terpenting dari dikeluarkannya Perppu adalah kepentingan yang sangat mendesak atau kegentingan yang memaksa di mana Presiden merasa perlu mengeluarkan Perppu," teran anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (14/10).
Populer
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02
Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
UPDATE
Rabu, 02 September 2026 | 01:48
Rabu, 02 September 2026 | 01:21
Rabu, 02 September 2026 | 01:02
Rabu, 02 September 2026 | 00:47
Rabu, 02 September 2026 | 00:23
Rabu, 02 September 2026 | 00:01
Selasa, 01 September 2026 | 23:40
Selasa, 01 September 2026 | 23:18
Selasa, 01 September 2026 | 23:15
Selasa, 01 September 2026 | 22:29