Berita

LUTFHI HASAN ISHAAQ/IST

Hukum

Bongkar, Peran Bunda Putri dalam Korupsi Daging

MINGGU, 13 OKTOBER 2013 | 13:14 WIB | LAPORAN:

. Situasi politik di penghujung tahun 2013 ini semakin memanas dengan mencuatnya nama-nama baru yang dikait-kaitkan dengan Presiden SBY seperti Bunda Putri.

Nama Bunda Putri tersebut muncul dari mulut mantan Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq (LHI) yang menjadi tersangka dalam  kasus daging impor.
 
LHI dalam  sidang tipikor sempat menyebut nama Bunda Putri, sebagai orang yang dekat dengan SBY.


"Bagi saya mau Bunda Putri atau siapa saja tidak ada masalah jika memang punya peran dalam kasus korupsi daging sapi tersebut. Silahkan saja dibuka," kata Ketua Gerakan Anti Korupsi Jogjakarta (Gema  Korupsi Jogjakarta ) Basyit La Badu kepada wartawan di Jakarta, Minggu (13/10).
 
Namun dia tidak setuju pengungkapan nama Bunda Putri bermotif lain seperti sebagai upaya-upaya pembunuhan karakter terhadap personal tertentu. Kalau yang berhubungan adalah Bunda Putri menurut dia harus  dengan bukti yang kuat di persidangan.

"Kenapa harus dikait-kaitkan bahwa Bunda Putri punya kedekatan dengan SBY. Proses saja dengan aturan yang benar, jika memiliki indikasi terlibat silahkan,” kata dia.

Basyit menambahkan,  baiknya LHI fokus terhadap penyesaian kasusnya ketimbang menyeret-nyeret orang lain yang tak jelas juntrungannya. Cara yang dilakukan LHI menurut Basyit seperti bermain politik gigit kiri dan gigit kanan.

"LHI masuk saja ke proses yang substansi, bukan malah nyeplit-nyeplit untuk dapat simpati publik atau bahkan buat kanalisasi isu,” terang Basyit.     
 
LHI sebagai mantan petinggi PKS yang mengklaim sebagai partai bersih kata dia lagi, layak dituntut dengan hukuman berat  jika memang terlibat dalam kasus itu dan  menikmati hasil korupsi tersebut.
 
“Satu hal lagi mau Bunda Putri yang katanya ada hubunganya dengan lingkaran elit, tidak masalah silahkan saja mau dekat dengan siapapun jika bersalah harus diproses. Tapi LHI stop berpolitik dalam kasus ini. Kasus LHI adalah kasus hukum , jadi jangan cari simpati publik engan mengiring ke prespektif politik,” demikian Basyit. [dry]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya